Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Surakarta pada tahun 1976.
Lantas pada tahun 1980, Jokowi meneruskan pendidikan ke SMA Negeri 6 Surakarta.
Sejak di bangku sekolah dasar, Jokowi sudah turut serta membantu keluarganya berdagang untuk membayar keperluan sekolah dan uang sakunya sendiri.
Sang ayah yang bekerja sehari-hari sebagai seorang penjual kayu, hanya bisa membawa pulang hasil penjualan yang tak seberapa.
Namun meski dengan latar belakang sederhana, Jokowi berhasil menamatkan pendidikan hingga ke jenjang universitas di Fakultas Kehutanan UGM.
Ia pun sempat merantau ke Aceh untuk bekerja di perusahaan BUMN yang berlokasi di tengah hutan.
Akhirnya, Jokowi dan istri memutuskan untuk kembali ke Solo dan bekerja di pabrik milik pamannya sebelum kemudian membuka usaha mebel sendiri.
Adapun Jokowi menikah dengan Iriana pada Desember 1986 dan dikaruniai dua putra dan seorang putri, yakni Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
Baca juga: Guyonan Kaesang setelah Gibran Jadi Wali Kota Solo, Singgung soal Bisnis: Kami akan Lupakan Jasamu
Kehidupan keluarga itu pun makin meningkat karena usaha yang didirikan Jokowi sukses merambah pasar mancanegara.
Ia pun akhirnya mendirikan Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Aspindo) yang dilatari kepedulian pada pengembangan UMKM di daerahnya.
Setelah dua tahun memimpin organisasi, mulai muncul suara-suara untuk mencalonkan Jokowi sebagai wali kota Solo.
Ia pun kemudian maju dalam Pemilukada bersama F.X Hadi Rudyatmo dan terpilih menjadi Walikota Solo periode 2005-2010.
Sebagai wali kota, Jokowi berhasil mendapatkan sejumlah prestasi seperti tata lokasi PKL, efisiensi birokrasi kota, dan peremajaan pasar-pasar tradisional.
Ia juga dikenal kerap turun langsung meninjau kondisi masyarakat yang dikenal dengan sebutan 'blusukan'.
Bahkan, kebiasaan ini masih dilakukannya meski Jokowi telah menjabat presiden.