"Kalaupun tidak mendapatkan tiket untuk pilpres, RK masih bisa berlaga di Pilkada Jawa Barat sekali lagi atau bisa juga pindah menjajal Pilgub DKI Jakarta," tutur Hasan Nasbi.
"Secara karakter, RK itu pemimpin urban, jadi Jakarta cocok buat dia. Dengan demikian, karier politik RK masih akan bersinar."
Di sisi lain, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa partainya dengan Ridwan Kamil masih lancar berkomunikasi.
Ia pun mengaku belum bertemu langsung dengan Ridwan Kamil belakangan ini, pun mengetahui apakah sang Gubernur akan bergabung ke partainya.
"Komunikasi kan jalan terus. Belum (bertemu) dalam waktu dekat ini. Nanti kita lihat ke depan ya," terang Airlangga di Jakarta Convention Center, Kamis (29/9/2022).
Terkait hal ini, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Saydzily mengaku akan menyambut baik jika Ridwan Kamil bergabung ke partainya.
"Tentu kami sangat terbuka jika memang Pak Emil bergabung dengan Partai Golkar," tegas Ace saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/9/2022).
"Ya Pak Emil sangat terbuka untuk berdiskusi dengan kita tentang banyak hal, termasuk tentang politik,"tandasnya.
Baca juga: Berita Ridwan Kamil - Diperhitungkan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat: Beliau Akhirnya Memahami
Didukung Jadi Gubernur DKI Jakarta Menurut Hasil Survei
Selain dalam kancah Pilpres 2024, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga masuk perhitungan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
Dilansir TribunWow.com, dalam survei yang digelar lembaga Nusantara Strategic Network (NSN), Ridwan Kamil masuk menjadi figur yang diunggulkan.
Menanggapi hal ini, Ridwan Kamil mengaku masih enggan berspekulasi, dan menyinggung tiga skenario politik.
Baca juga: Berita Ridwan Kamil - Diperhitungkan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat: Beliau Akhirnya Memahami
Ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (26/9/2022), Ridwan Kamil menyebut potensi Jabar periode kedua, Pilkada DKI 2023, dan Pilpres 2024.
"Kalau ngomongin politik bicaranya ada tiga pintu. Nasional juga sedang terjadi dinamika jadi jawaban itu pasti terjadi di detik terakhir, enggak bisa jauh hari," terang Ridwan Kamil dikutip Kompas.com.
"Jadi enggak hanya DKI, kalau melihat apakah periode kedua gubernur mau di mana, bisa di Jabar lagi, atau provinsi lain. Menurut aturan pemilu kan boleh saja."