Pemerintah ibukota Georgia, Tbilisi, telah mencatat masuknya sekitar 40 ribu orang Rusia sejak Moskow menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
Kini mulai beredar kabar bahwa Rusia mungkin akan segera menutup perbatasannya untuk para pria yang usianya sesuai dengan kriteria wajib militer.
Baca juga: Tidak akan Dipaksa Pulang, Zelensky Ungkap Nasib Tentara Rusia yang Menyerah ke Ukraina
Di sisi lain, para pejabat Jerman telah menyuarakan keinginan untuk membantu orang-orang Rusia yang meninggalkan dinas militer dan telah menyerukan solusi ini di seluruh Eropa.
Namun, negara-negara Uni Eropa lainnya bersikeras bahwa suaka tidak boleh ditawarkan kepada orang-orang Rusia yang melarikan diri sekarang.
Negara-negara ini termasuk Lithuania, yang berbatasan dengan Kaliningrad, eksklave Laut Baltik Rusia.
"Rusia harus tinggal dan berjuang. Melawan Putin," cuit Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis.
Satu orang yang berhasil melarikan diri ke Finlandia, mengatakan kepada Sky News bahwa mereka yang tetap tinggal dan memprotes menghadapi pembunuhan.
"Saya punya beberapa teman dan kenalan yang berada di gelombang yang sama dengan saya, dan saat ini mereka berada di Azerbaijan, Armenia, Belarusia dan beberapa dari mereka juga di Uni Eropa," terang Aleksander (bukan nama sebenarnya).
"Mereka semua mengerti bahwa tidak mungkin membuat perbedaan saat anda berada di Rusia."
"Rezim tidak akan jatuh. Rezim kuat. Mereka akan memiliki sumber daya yang cukup untuk membunuh warganya sendiri. Saya tidak ingin menjadi saksi atau peserta dari peristiwa ini."
Baca juga: Penduduk Wilayah Mayoritas Muslim di Rusia Protes Putin Ogah Dipaksa Perang ke Ukraina
Warga Dipanggil Tengah Malam dan Langsung Dikirim ke Ukraina
Pemerintah Rusia telah mengumumkan diberlakukannya wajib militer untuk membantu tentaranya yang kesulitan di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, pengumuman tersebut disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mulai berlaku sejak Rabu (21/9/2022).
Sehari setelah pengumuman, sejumlah pria mendapatkan panggilan tersebut dan terpaksa bersedia dikirim ke medan perang.
Baca juga: Sempat Divonis Hukuman Mati, Warga Inggris yang Viral Bela Ukraina di Mariupol Kini Dibebaskan Rusia
Seperti dilaporkan The Guardian, panggilan wajib militer tersebut dikirim ke pria Rusia yang memenuhi syarat pada tengah malam.