Dikutip TribunWow dari bbc, pemerintah Rusia menyebut insiden ini disebabkan oleh ulah seorang agen rahasia kiriman Ukraina yang menyusup masuk ke Moskow.
Baca juga: Kejanggalan Pembunuhan Anak Penasihat Putin, Rusia Tuduh Mata-mata Ukraina yang Diduga Salah Sasaran
Namun Ukraina tegas membantah terlibat dalam insiden yang menewaskan Dugina.
Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Oleksiy Danilov menegaskan Ukraina tidak pernah melakukan hal semacam itu.
Danilov menyebut pasukan Ukraina memiliki tugas yang lebih penting dibandingkan membunuh Dugina.
Ia bahkan balik menuduh bahwa insiden pembunuhan Dugina justru dilakukan oleh intelijen Rusia.
"FSB (badan intelijen Rusia) melakukan ini dan kini menuding orang kami melakukannya," ujar Danilov.
Danilov bahkan mengklaim bahwa pemerintah Rusia telah merencanakan sejumlah serangan di dalam wilayah Rusia demi mendulang simpati rakyat terhadap konflik melawan Ukraina.
Penasihat Presiden Zelensky, Mykhailo Podolyak menyatakan hal serupa.
"Propaganda hidup di dunia fiksi," ujar Podolyak.
Podolyak menyebut intelijen Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan Dugina.
Baca juga: Dubes Ukraina Sebut Negaranya Berusaha Bunuh Orang Rusia Sebanyak-banyaknya demi Masa Depan Anak
Rusia Bongkar Cara Agen Ukraina Menyamar di Moskow
Sebelumnya diberitakan, seorang jurnalis di Rusia bernama Darya Dugina tewas dibunuh oleh agen rahasia asal Ukraina yang menyusup masuk ke Moskow.
Seusai membunuh Darya Dugina pada Sabtu (20/8/2022), sang agen rahasia yang bernama Natalya Vovk kabur ke Estonia pada Minggu (21/8/2022) atau sehari seusai kejadian.
Dikutip TribunWow dari rt, Darya Dugina tewas akibat mobil yang ia kendarai telah ditanam bom oleh Vovk yang diledakkan menggunakan alat peledak jarak jauh.
Berdasarkan hasil investigasi badan intelijen Rusia alias FSB, Vovk telah menyusup masuk ke Rusia sejak 23 Juli 2022.