Kabar Tokoh

Berita Ganjar Pranowo: Ganjar Beri Sindiran seusai Dengar Gaji Nakes Honorer Masa Kerja 12 Tahun

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Gapoktan Tani Subur di Desa Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (13/9/2022).

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan sebuah sindiran saat menggelar pertemuan dengan anggota DPR RI Komisi IX.

Di dalam pertemuan tersebut dibahas seperti apa kondisi kesejahteraan tenaga kesehatan (nakes) honorer.

Dikutip TribunWow dari Instagram @ganjar_pranowo, Ganjar lalu sempat bertanya kepada seorang nakes honorer bernama Bambang Utomo yang bekerja di RSUD dr. H Soewondo, Kendal, Jateng.

Baca juga: Berita Ganjar: Cita-cita Jadi TNI AL, Jawaban Siswa SMP Ini Buat Ganjar Heran: Lama-lama Stres Aku

"Sudah berapa tahun mas?" tanya Ganjar.

Bambang menjawab dirinya sudah bekerja selama 12 tahun.

Ganjar lalu menanyakan soal gaji.

"Gajinya sudah UMK?" tanya Ganjar.

"Untuk gaji belum bapak," jawab Bambang.

"Nah itu contoh, 12 tahun," kata Ganjar.

Ganjar lalu melontarkan sindiran untuk kepala dinas yang berkaitan.

"Itu kalau ketahuan pak di (pemerintah) provinsi kepala dinasnya rampung (ditindak -red)," kata Ganjar.

Di dalam caption unggahannya, Ganjar menjelaskan bahwa Pemprov Jateng sebenarnya mampu memberikan kesejahteraan bagi para tenaga honorer dalam sisi gaji.

Ganjar turut mengungkit bagaimana para tenaga honorer seharusnya diberikan tes atau ujian khusus untuk meningkatkan status mereka menjadi PPPK.

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: WA Azwar Anas, Gubernur Jateng Minta Kaji Ulang Rencana Penghapusan Honorer

Gubernur Jawa Tengah Ganjar usai menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI masa persidangan I tahun 2022-2023, dalam rangka pengawasan terhadap tenaga kerja honorer, Senin (12/9/2022). (jatengprov.go.id)

Berikut caption lengkap yang ditulis Ganjar:

"Masih banyak banget yang mesti kita selesaikan terkait tenaga honorer. Tapi PR itu gak bakal selesai kalau kita tidak membuka ruang dialog atau ruang diskusi seperti ini.

Halaman
123