TRIBUNWOW.COM - Richard Eliezer alias Bharada E sempat mengalami syok dan terkejut seusai menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Di saat Bharada E mengalami syok, eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo maju gantian melakukan penembakan.
Dikutip TribunWow dari Kompastv, informasi ini disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy.
Baca juga: Sosok Bharada Sadam yang Kini Muncul terkait Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ternyata Sopir Ferdy Sambo
Ronny menjelaskan, pengakuan tersebut disampaikan oleh Bharada E itu sendiri.
"Ketika Bharada E ini menembak 3-4 kali," ujar Ronny.
"Kemudian setelah menembak itu dia kaget, dia agak syok, dia mundur."
"Di situlah saudara FS maju untuk menembak, memang waktunya sangat pendek," sambungnya.
Ronny menyampaikan, Kuat Maruf (KM) juga menjadi saksi penting dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Posisinya saudara KM itu sangat dekat dengan saudara RE," kata Ronny.
Ronny mengatakan, ada kesaksian KM yang mendukung pengakuan Bharada E tetapi ada juga yang membantah keterangan Eliezer.
Ronny mencontohkan bagaimana KM mengakui bahwa Sambo menjanjikan imbalan uang kepada Bharada E yang telah menembak Brigadir J.
Sebelumnya diberitakan, Bharada E rupanya sempat kesal pada empat tersangka pembunuhan Brigadir j yang lain.
Dilansir TribunWow.com, emosi tersebut muncul lantaran tersangka lain tak melakukan rekonstruksi kasus sesuai adegan asli.
Menanggapi hal ini, Ketua LPSK Hasto Atmojo mengatakan sudah memberi pengertian bahwa hal tersebut wajar terjadi dalam sebuah kasus.
Baca juga: Sampai Gemetaran, Bharada E Disebut Trauma Kembali ke TKP Pembunuhan Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo
Bharada E dikabarkan sempat gemetaran lantaran trauma ketika mendatangi kembali TKP pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta pada Selasa (30/8/2022).