TRIBUNWOW.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali bersuara soal kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Dilansir TribunWow.com, Hotman Paris mendesak polisi memeriksa dokter berinisial MH.
Diduga, MH menandatangani surat berisi keterangan palsu terkait penyebab tewasnya korban.
Sebagai informasi, korban diduga tewas karena dikeroyok di lingkungan ponpes.
Baca juga: Hotman Paris Tahan Tangis, Ungkap Fakta Bocah SD yang Ngadu Padanya Pernah Dirudapaksa Ayah: Udah Ah
Namun pihak ponpes sempat menyebut korban meninggal akibat sakit.
"Kasus kematian seorang santri di Pesantren Darussalam Gontor pada waktu jenazah diantar ke ibunya, dilengkapi oleh surat keterangan dokter yang ditandatangani dokter berinisial MH dari Rumah Sakit Yasfin Darussalam Gontor," ucap Hotman dalam unggahan akun Instagram @hotmanparisofficial, Jumat (9/9/2022).
"Yang menyebutkan bahwa yang menyebabkan meninggalnya almarhum adalah karena sakit."
Kasus ini pertama kali terbongkar seusai ibu korban curiga melihat kondisi jenazah anaknya.
Kata Hotman, ibu korban mendapati jenazah anaknya berlumuran darah.
Baca juga: Unggah Video Lamaran Fritz, Hotman Paris Ogah Beri Nasihat, Sentil Hotma Sitompul: Video Ini Contoh
Karena itu, ibu korban pun berjuang mencari keadilan hingga akhirnya bertemu dengan Hotman di Palembang.
"Tapi karena ibunya melihat banyak darah di bagian belakang tubuh dan kepala, ibunya tidak percaya maka ibunya berjuang selama dua minggu," ucap Hotman.
"Akhirnya ibunya mencarii Hotman dan kebetulan ketemu di Palembang."
Seusai Hotman bersuara, pihak Ponpes Darussalam akhirnya membenarkan korban diduga meninggal karena dianiaya.
Mengetahui hal itu, Hotman langsung mendesak polisi turun tangan mengungkap kasus ini.
Tak hanya itu, terbaru Hotman juga meminta polisi memeriksa dokter berinisial MH.
Baca juga: Ungkap Dugaan Kasus Penganiayaan, Hotman Paris sampai Beri Uang untuk Visum Korban: Kita Berjuang