Polisi Tembak Polisi

Grafolog Soroti Tanda Tangan Ferdy Sambo, Miliki Arti Punya Kecenderungan Seksual di Luar Norma

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase ahli Grafologi Tessa Sugito (kiri) dan surat berisi tulisan Ferdy Sambo, Senin (29/8/2022). Tessa Sugito menganalisis karakter Ferdy Sambo dari tulisannya.

TRIBUNWOW.COM - Ahli Grafologi Tessa Sugito membaca kepribadian Ferdy Sambo dari tulisan tangan dalam suratnya.

Dilansir TribunWow.com, terdapat sejumlah analisa yang muncul terkait karakter, pola pikir, hingga trauma di masa lalu dari Ferdy Sambo.

Pemegang Certified Handwriting Analyst itu juga menjelaskan adanya kecenderungan fantasi seksual yang berbeda dilihat dari tanda tangan Ferdy Sambo.

Baca juga: Seorang Polwan Menangis di Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Kompolnas: Suasana Tegang, Penuh Air Mata

Sebagai informasi, surat Ferdy Sambo itu ditulis sebagai permintaan maaf pada para senior dan kolega di Institusi Polri.

Surat ini ditulis setelah suami Putri Candrawathi itu tersandung kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang diotakinya.

Menurut Tessa, tulisan Ferdy Sambo bisa memperlihatkan kepribadiannya yang tegas, temperamental, namun juga cerdas.

Di sisi lain, dari tanda tangan yang dibubuhkan di akhir surat, Tessa justru melihat adanya simbolis lain yang merujuk pada fantasi seksual sang tersangka.

Pasalnya, ia melihat ada karakter menyerupai bentuk alat kelamin pria yang bisa menunjukkan spektrum pemikiran Ferdy Sambo.

"Grafologi itu selain menganalisis bentuk juga banyak simbol-simbol," ujar Tessa dilansir kanal YouTube KOMPASTV, Senin (29/8/2022).

"Dari tanda tangan beliau, bentuknya itu kita sebut phallus shape atau seperti alat kelamin pria."

"Karena simbolnya seperti itu biasanya penulisnya memiliki kecenderungan fantasi seksual yang lain dari biasanya, atau mungkin bisa dibilang di luar norma umum."

Perbandingan dan analisa tanda tangan Ferdy Sambo, Senin (29/8/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Penampilan Baru Putri Candrawathi Jadi Sorotan, Pakar Sebut Istri Ferdy Sambo Ketakutan

Menurut Tessa, tanda tangan merupakan jendela yang dibuat penulis untuk menunjukkan citranya.

Namun tanda tangan itu juga harus dibandingkan dengan tulisan penulis untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih pasti.

"Kalau tanda tangan itu kan bisa diartikan branding, pencitraan atau bisa dilihat sekilas dari penulisnya. Kita sebagai grafolog tentu harus tetap membandingkan dengan tulisan asli penulisnya untuk mengambil analisis lebih holistik," beber Tessa.

Selain bentuk, tanda tangan Ferdy Sambo juga disertai guratan garis di bawahnya.

Guratan ini menunjukkan keunggulan jiwa kepemimpinan sang penulis yang cocok jika dibandingkan dengan tulisan tangannya.

"Tanda tangan beliau ini memiliki garis bawah, dalam grafologi garis bawah itu memiliki arti yang bagus. Biasanya penulis seperti ini memiliki jiwa leadership atau kepemimpinan yang baik," terang Tessa.

"Terus juga self reliance, mandiri, bisa mengambil keputusan dengan cepat, yang juga kita bandingkan dengan analisis tulisannya sesuai, karena beliau juga memiliki pola pikir yang cerdas."

Baca juga: Putri Candrawathi Tutupi Insiden Lain? Pakar Tanggapi Narasi Pelecehan Brigadir J yang Terus Diulang

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 11.30:

Ferdy Sambo Sembunyikan Ketegangan

Ahli Forensik Emosi Handoko Gani membaca gestur Ferdy Sambo ketika menghadiri sidang komisi kode etik Polri.

Dilansir TribunWow.com, Kamis (25/8/2022), Handoko menilai ada rasa tertekan yang disembunyikan Ferdy Sambo di balik sikap tenangnya.

Menurut Handoko, alih-alih santai, suami Putri Candrawathi itu justru merasa stres dan tampak bersedih.

Baca juga: Tanggapi Isu Aliran Dana Ferdy Sambo, IPW Akui Sempat Alami Intervensi dari DPR dan Polri

Diketahui, Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Setelah sekian lama ditahan di Mako Brimob, Ferdy Sambo akhirnya muncul perdana di depan publik saat sidang kode etik.

Menggunakan pakaian dinas harian Yanma Polri, eks Kadiv Propam Polri itu terlihat tenang duduk bersandar menghadap pemimpin sidang.

"Gestur bersandar ke belakang itu bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya kursi, kondisi tubuh yang kelelahan, juga tentunya kondisi psikologis," terang Handoko dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (25/8/2022).

Dalam tayangan video tanpa suara, terlihat tangan Ferdy Sambo memegang ujung sandaran kursi.

Menurut Handoko, hal ini menandakan rasa tak nyaman dan kecemasan yang mungkin dirasakan Ferdy Sambo.

"Ini menarik, tangan beliau itu memegang ujung kursi. Dalam seni gestur, ketika orang memegang suatu benda, meremas, memutar-mutar, memainkan, itu tanda seseorang yang sedang tidak nyaman, tegang, cemas."

Irjen Ferdy Sambo hadir di ruang sidang komisi kode etik Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/8/2022). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Baca juga: Jawaban Kapolri soal Isu Konsorsium 303 Ferdy Sambo hingga Temuan Uang Rp 900 Miliar di Bunker

Dilihat dari gestur tubuh, posisi kepala hingga mimik wajah, Handoko menyimpulkan bahwa Ferdy Sambo sedang merasa tertekan.

Alih-alih santai, ia tampaknya menahan rasa stres atau depresi sehingga terlihat lemas.

"Kalau kita padukan tiga tolok ukur selain poros tubuh, maka itu bisa mencerminkan bahwa beliau ini dalam kondisi stressfull atau tertekan," beber Handoko.

"Jadi enggak santai, keliru sekali kalau dikatakan santai."

"Kalau santai ini kan kesannya melecehkan, meremehkan."

Selain gestur, Handoko juga dapat melihat debar jantung Ferdy Sambo yang kencang dan napasnya yang pendek-pendek saat bicara.

Menurutnya, hal ini menunjukkan kondisi emosional Ferdy Sambo yang juga sedang bersedih.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait