TRIBUNWOW.COM - Dalam sebuah wawancara dengan media massal asal Inggris BBC, Mikhail Podolyak selaku penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelaskan soal perang informasi yang sedang berlangsung melawan Rusia.
Mikhail Podolyak menyatakan seluruh komentar pejabat publik terkait isu konflik adalah bagian dari perang informasi melawan Rusia.
Dikutip TribunWow dari rt, Mikhail Podolyak mengatakan saat ini pasukan militer Ukraina sedang memerangi Rusia secara kreatif.
Baca juga: Tak Peduli Risiko Radiasi, Rusia dan Ukraina Saling Tuding Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
"Tentu saja, semua komentar publik adalah bagian dari perang informasi. Kita perlu menurunkan moral tentara Rusia," kata Podolyak.
Podolyak kemudian menyampaikan, janji Ukraina melakukan serangan balasan bisa jadi termasuk cara Ukraina menipu Rusia.
“Rusia sangat membenci kami sehingga mereka siap kehilangan 100.000 orang hanya untuk membuktikan bahwa mereka memiliki hak untuk membunuh,” kata Podolyak.
Terkait akhir konflik Ukraina-Rusia, Podolyak meyakini negara-negara barat tidak akan rela membiarkan Presiden Rusia Vladimir Putin menang dalam perang ini.
Maka dari itu ia meyakini Ukraina akan terus mendapat suplai bantuan senjata untuk melawan Rusia.
Di sisi lain, beberapa hari yang lalu media asal Amerika Serikat (AS) yakni CBS merilis laporan tentang bantuan senjata dari negara-negara barat ke Ukraina.
Dalam laporan tersebut dituliskan bahwa sekira 70 persen bantuan senjata yang dikirimkan oleh negara-negara barat tidak sampai ke tangan pasukan militer Ukraina.
Dikutip TribunWow dari rt, kini CBS mengklarifikasi dan merevisi soal laporannya tersebut.
Klarifikasi dan revisi ini disampaikan seusai CBS menerima kritik di sosmed dari warganet pro Ukraina hingga teguran dari staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Baca juga: Pangkalan Udara Rusia di Krimea Diserang, Ukraina Angkat Tangan Bantah Pasukan Zelensky Terlibat
Gara-gara laporan ini, netizen menuding CBS telah menyebarkan propaganda Rusia.
Sementara itu penasihat Zelensky, Mikhailo Podolyak menyatakan tidak ada bukti senjata yang dikirim untuk membantu pasukan militer Ukraina bocor ke tempat lain.
Dalam klarifikasinya, CBS menjelaskan bahwa manajemen pengiriman bantuan senjata ke Ukraina telah berkembang menjadi lebih baik sejak laporan ini dibuat pada April 2022 lalu.