Dia mengatakan alternatif keanggotaan NATO untuk Ukraina mungkin netralitas bersenjata, seperti Austria.
Menurutnya masa depan wilayah Donbas di Ukraina timur, tempat pertempuran sengit berlangsung, bagaimanapun, akan lebih rumit.
“Sebuah solusi berdasarkan model wilayah Swiss harus ditemukan,” kata Schroeder.
Sebagai informasi, Schroeder menjabat sebagai kanselir dari tahun 1998 hingga 2005.
Ia telah mengkritik perang di Ukraina tetapi menolak untuk mengutuk Putin, yang masih dia sebut sebagai teman dekat.
Menurutnya, menjauhkan diri dari Putin sekarang tidak akan membantu situasi.
Baca juga: Rusia Bantah Tuduhan Mulai Konflik di Ukraina, Pejabat Kremlin: Respons Paksa terhadap Kekejaman
Rusia dan Ukraina Sepakati Perjanjian Ekspor Gandum
Rusia dan Ukraina telah menandatangani kesepakatan penting dengan PBB dan Turki untuk melanjutkan pengiriman biji-bijian.
Dilansir TribunWow.com, perjanjian ini dibuat dalam upaya untuk meredakan krisis pangan global di mana jutaan orang menghadapi potensi kelaparan.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (22/7/2022), Menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan menteri infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov masing-masing menandatangani perjanjian itu secara terpisah.
Baca juga: Tak Bantah Muat Gandum Ukraina, Menlu Putin Buka Suara soal Kapal Kargo Rusia yang Ditahan Turki
Kesepakatan dengan pejabat PBB dan Turki itu berisi tentang pembukaan kembali rute pengiriman Laut Hitam yang diblokir.
Adapun penandatanganan itu dibuat terpisah, karena para pejabat Kyiv mengatakan mereka tidak ingin mencantumkan nama mereka pada dokumen yang sama dengan Rusia, akibat perang lima bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang Ukraina mengungsi.
Berikut rangkuman poin-poin penting dari perjanjian tersebut.
Apa Tujuan dari Kesepakatan itu?
Invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari menyebabkan blokade de-facto di Laut Hitam, yang mengakibatkan ekspor Ukraina turun menjadi seperenam dari tingkat sebelum perang.
Sebagau informasi, baik Kyiv maupun Moskow adalah salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia, dan blokade tersebut telah menyebabkan harga biji-bijian meningkat secara dramatis.