Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ganjar_pranowo, Senin (1/8/2022), sang Gubernur mengaku bersyukur mendengar berita baik tersebut.
"Alhamdulillah saudara kita yang di Kamboja berhasil kita selamatkan. Ada beberapa orang dari Jawa Tengah dan beberapa dr daerah lain. Tapi penyelamatan ini bukan soal kedaerahan, ini adalah soal harga diri bangsa.
Terimakasih untuk pihak-pihak yang telah membantu. Kemlu, KBRI di Kamboja dll. Kejadian ini jadi warning buat kita, kalau mau bekerja di luar negeri harus memperhatikan aspek legalitasnya.
Jangan percaya pada siapapun yang memberi kerja tanpa legalitas meskipun ditawarkan berbagai kemudahan dan keuntungan," tulis Ganjar di kolom keterangan.
Baca juga: Video Call Sembunyi-sembunyi, Ganjar Ungkap Strategi Bebaskan 60 WNI yang Disekap di Kamboja
Adapun dalam video yang ditampilkan, Ganjar memperlihatkan sejumlah artikel mengenai kasus tersebut.
Setelah mendapat aduan dari warganya, gubernur 53 tahun itu pun aktif berkomunikasi dengan para korban.
"Kepolisian Kamboja sudah berkomunikasi, kebetulan beberapa di antaranya WA saya rutin, saya juga sudah video call," kata Ganjar.
"Mereka juga sudah diajak rapat dengan zoom, baik dari kepolisian Kamboja, Kemlu, KBRI termasuk Disnaker."
"Disnaker sendiri saya minta untuk mengawal, karena tidak hanya dari Jawa Tengah sebenarnya, makanya kita coba bantu untuk menyelesaikan."
Kepada para WNI tersebut, Ganjar sempat berpesan untuk merekam semua bentuk kekerasan.
Hal ini bisa digunakan sebagai bukti jika nantinya kasus ini diatasi melalui jalur hukum.
"Prinsipnya, saya sudah meminta kepada kawan-kawan yang ada di sana, kalau terjadi tindak kekerasan, kalau perlu direkam entah gimana caranya," beber Ganjar.
"Perlu direkam terus kemudian disampaikan kepada kita kondisi-kondisi yang sebenarnya."
"Kalau terjadi kekerasan, penyiksaan dan sebagainya, sampaikan."
Menurut Ganjar, para WNI tersebut sempat mengeluhkan perlakuan tak menyenangkan dari pemberi kerja.