TRIBUNWOW.COM - Persija Jakarta menjadi tim termahal Liga 1 setelah datangkan duo Timnas Ceko, Ondrej Kudela dan Michael Krmencik.
Dilansir TribunWow.com dari laman Transfermarkt, Persija Jakarta saat ini memiliki market value (nilai tim) sebesar Rp 99,25 miliar.
Jumlah tersebut lampaui milik Bali United dan Persib Bandung yang sebelumnya menjadi dua tim termahal Liga 1.
Bali United berada di posisi kedua dengan nilai Rp 88,65 miliar sementara Persib Bandung di peringkat tiga dengan market value Rp 87,6 miliar.
Baca juga: Bali United Hancur di Piala AFC Cup 2022, Gaungan Tagar Out Semeton Dewata untuk Sosok Ini Menggema
Menelisik dari perbedaan tersebut, dapat diartikan Persija Jakarta unggul cukup jauh dari dua tim papan atas Liga 1 musim lalu itu.
Michael Krmencik menjadi pemain yang membuat market value Persija Jakarta menjadi unggul atas para pesaingnya.
Michael Krmencik memiliki market value sebesar Rp 26,07 miliar.
Striker Timnas Ceko tersebut unggul jauh atas pemain asing Bhayangkara FC, Youness Mokhtar (Rp 11,30 miliar) dan gelandang naturalisasi Persib Bandung, Marc Klok (Rp 7,82 miliar).
Baca juga: Hilal Slot Asing Persija Jakarta Kian Terlihat: Hanno Behrens Mulai Tergoda, Slot Asia Masih Samar
Sementara Ondrej Kudela yang sebelumnya memiliki market value sebesar Rp 17,38 miliar turun menjadi Rp 6,95 miliar.
Akan tetapi, Ondej Kudela mengalami penurunan market value bukan karena gabung Persija Jakarta, melainkan ketika masih memperkuat kontestan Liga Ceko, Slavia Prague.
Keunggulan Persija Jakarta dalam hal market value tentu harus dibarengi dengan preastasi di musim ini.
Mengingat, beberapa rekrutan anyar, termasuk dua Timnas Ceko tersebut didatangkan untuk membawa Tim Macan Kemayoran bersaing dalam perburuan gelar juara Liga 1 dan Piala Indonesia musim ini.
Baca juga: PSIS Semarang Hati-hati, Sosok Mesin Gol Legendanya Kini Coba Digoda Persija Jakarta, Ini Potensinya
Seperti yang diketahui, Persija Jakarta gagal total di perhelatan Liga 1 musim lalu.
Digadang-gadang ikut perburuan trofi Liga 1, Persija Jakarta ternyata terseok-seok di papan tengah.
Persija Jakarta finish di posisi delapan klasemen dengan membukukan 45 poin dari 34 pertandingan.