TRIBUNWOW.COM - Seorang komandan Rusia Sergey Gundorov (51) dilaporkan tewas di Ukraina.
Letnan kolonel itu tewas di dekat wilayah Volnovakha di Donbas setelah helikopter yang dikendarainya tertembak dan jatuh di tanah lapang.
Kematiannya menandai kehilangan komandan perang ke-55 yang diderita pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Habisi 20 Jenderal Rusia, Eks Tentara SAS Inggris Direkrut Lewat WA untuk Terlibat Perang Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari Mirror, Senin (20/6/2022), sebuah rekaman dramatis menunjukkan saat seorang kolonel Rusia menabrakkan helikopternya ke tanah setelah terkena rudal Ukraina.
Helikopter Mi-35 militer itu jatuh karena dihantam dengan rudal permukaan-ke-udara portabel.
Armada terbang yang dikendarai Gundorov itu meledak di sebidang tanah lapang dengan api dan asap hitam membubung.
Helikopter Rusia kedua terlihat menembakkan suar umpan dan tampaknya lolos tanpa cedera.
Diketahui, Gundorov adalah kolonel Rusia ke-55 yang diketahui tewas dalam perang di Ukraina.
Sebuah akun Rusia menuliskan tentang kematian pilot kelas satu berpangkat tinggi tersebut.
"Kenangan abadi yang cerah untuk Pahlawan yang pergi pada penerbangan terakhirnya," tulis akun tersebut.
"Pilot tidak mati, mereka terbang ke langit. Orang-orang terbaik meninggalkan kita."
Unggahan itu juga menyebutkan bahwa Gundorov meninggal setelah menyelesaikan misi tempurnya.
Gundorov dikenal sebagai tentara yang berprestasi karena sebelumnya telah memenangkan tiga Order of Courage.
Dia dilaporkan telah meninggal pada Kamis (16/6/2022), tetapi kabar kehilangannya baru diakui sekarang.
Di antara ucapan belasungkawa kepada kolonel, ayah dua anak itu mendapat pesan singkat dari putranya yang masih remaja.
"Aku menyayangimu, Ayah," ujar sang anak yang bernama Ilya.
Pihak keluarga pun membagikan foto Gundorov bersama putra dan istrinya, Anzhela.
Kematiannya mengikuti hilangnya dua kolonel yang diumumkan pada hari yang sama minggu lalu, Kolonel Sergei Krasnikov, (56), yang telah mengajukan diri untuk bergabung kembali dalam perang, dan Kolonel Sergei Postnov (40).
Baca juga: Putin Berang Ancam Serang Target Baru di Ukraina jika AS Kirim Pasokan Rudal Jarak Jauh
2 Jenderal Senior Rusia Tewas dalam Sekali Serangan
Sebelumnya dikabarkan Presiden Rusia Vladimir Putin kehilangan dua komandan paling seniornya dalam satu hari.
Keduanya gugur dalam penyergapan jembatan yang dilakukan oleh pasukan Kiev.
Insiden ini menjadi kehilangan besar pertama Rusia setelah melakukan pertempuran di wilayah Donbas di Ukraina timur.
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Senin (6/6/2022), Rusia mengkonfirmasi kematian Mayor Jenderal Roman Kutuzov pada hari Minggu.
Tetapi, pada hari Senin, sebuah laporan mengatakan Letnan Jenderal Roman Berdnikov tewas pada hari yang sama dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan Kyiv.
Telah dikemukakan bahwa kecepatan yang tidak biasa atas laporan kematian Kutuzov yang dikonfirmasi oleh Moskow adalah upaya untuk menutupi hilangnya Berdnikov (47).
Sebagai informasi, kurang dari sebulan yang lalu, Berdnikov adalah komandan satuan tugas angkatan bersenjata Rusia di Suriah, dan dia dipindahkan untuk memimpin pasukan Putin dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Donbas.
Jika kematiannya dikonfirmasi secara resmi, dia akan menjadi jenderal ke-12 yang terbunuh dalam perang.
Itu berarti dua komandan Rusia paling senior di Donetsk dihancurkan dalam satu serangan yang akan menjadi kemunduran bagi tentara Putin.
Klaim bahwa Berdnikov dan Kutuzov tewas berasal dari saluran Telegram Volya yang memiliki jurnalis perang independen yang bekerja di kedua sisi konflik.
"Pada pagi hari tanggal 5 Juni, Letnan Jenderal Roman Berdnikov, yang memimpin pasukan Rusia dan unit DPR dari Donetsk, pergi dengan markas dalam perjalanan kerja," kata media tersebut.
"Dalam perjalanan, mungkin di sebuah jembatan, kendaraan markas besar diserang oleh kelompok sabotase dan pengintaian Ukraina."
"Bagian dari konvoi itu hancur atau tidak dapat bergerak tetapi beberapa kendaraan, setelah menerima kerusakan serius dan menembak balik, dapat melarikan diri dari penyergapan dan pergi."
Dalam serangan itu, Jenderal Berdnikov dilaporkan termasuk dalam sejumlah korban tewas.
"Setelah itu, sumber kami melaporkan bahwa Roman Berdnikov tewas dalam pertempuran ini," lanjut laporan itu.
"Beberapa saat kemudian, dua sumber lagi mengkonfirmasi hal ini, menyebutkan bahwa perwira senior lainnya kemungkinan ikut tewas selama pertempuran."
Baca juga: Jika Tak Dikirimi Bantuan Senjata, Ukraina Tegaskan Terus Lawan Rusia meski Hanya Pakai Cangkul
Kemudian muncul laporan bahwa komandan kedua selain Berdnikov, Kutuzov, juga telah meninggal.
Volya merinci bahwa Kutuzov tewas di sebuah jembatan di wilayah Donetsk, dan bukan di lokasi di Wilayah Luhansk yang disebutkan dalam laporan awal Rusia.
"Masuk akal jika mereka berdua naik konvoi yang sama dan keduanya disergap," kata laporan itu.
"Sebagian dari konvoi berhasil melarikan diri. Kami berasumsi bahwa Berdnikov berada di salah satu mobil yang selamat, tetapi meninggal selama penembakan."
Pasukan yang lolos segera melaporkan mengenai serangan tersebut.
Para tentara Rusia pun mendatangi lokasi dan menemukan jasad Kutuzov.
"Mereka yang lolos dari api tidak dapat mengetahui nasib korban yang masih berada di jembatan. Mereka melaporkan serangan dan kematian Berdnikov ke markas besar dan bagian dari konvoi itu tetap terputus dan berada di bawah tembakan," tulis media Volya.
"Dengan cepat menjadi jelas bahwa Mayor Jenderal Kutuzov termasuk di antara mereka yang tersisa di jembatan itu. Dan segera setelah militer Rusia tiba di medan perang, tubuhnya juga ditemukan."
Namun, laporan itu memprediksi bahwa pihak Ukraina belum mengetahui tentang tewasnya Berdnikov.
Adapun kematian dua jenderal Rusia dalam sehari ini merupakan yang pertama terjadi sejak dimulainya invasi.
"Angkatan Bersenjata Rusia belum pernah kehilangan dua jenderal dalam sehari di Ukraina," klaim Volya.
"Jelas bahwa 'penyabot' Ukraina tidak akan diam dan akan menceritakan tentang serangan yang berhasil."
"Mereka tidak tahu bahwa mereka juga berhasil membunuh Berdnikov, karena mereka hanya melihat mayat Mayor Jenderal Kutuzov."(TribunWow.com/Via)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina