TRIBUNWOW.COM - Pasukan Ukraina kini makin terdesak di Severodonetsk.
Pimpinan separatis pun memperingatkan mereka untuk menyerah atau mati.
Pasalnya, pasukan Rusia hingga saat ini makin beringas untuk bisa merebut kota tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh seorang pemimpin separatis yang didukung Rusia di Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Ukraina timur.
Baca juga: VIDEO - Ditinggal Kabur Tentara Ukraina, Rusia Sita Senjata Pasokan Swedia dan Amerika
Wakil kepala Departemen Milisi Rakyat Donetsk, Eduard Basurin mengatakan, pasukan Ukraina tak memiliki pilihan.
“Mereka tidak punya pilihan lain,” Eduard Basurin.
Basurin juga mengklaim pasukan Ukraina telah memblokir diri mereka di Severodonetsk dengan meledakkan jembatan terakhir yang menghubungkannya ke kota terdekat Lysychansk.
Baca juga: VIDEO Momen Rusia Bagi-Bagi Paspor ke Warga Kherson, Militer Ukraina Kehabisan Amunisi
Baca juga: VIDEO Penampakan Depot Persenjataan Bantuan AS dan Eropa di Ukraina yang Hancur Diserang Rusia
Sehingga mereka tak dapat melarikan diri dari kepungan pasukan Rusia.
Kepala administrasi militer regional Luhansk, Serhiy Hayday, mengumumkan bahwa sebagian besar kota timur Severodonetsk telah dikendalikan oleh Rusia, Rabu (8/6/2022).
Pertempuran sengit juga terjadi di beberapa lokasi di kota timur di wilayah Luhansk Ukraina.
Diketahui, Severodonetsk dan Lysychansk masing-masing terletak di tepi timur dan barat Sungai Donets Siverskyi.
Sementara itu setidaknya tiga orang, termasuk seorang anak tewas oleh serangan artileri Ukraina di sebuah pasar di DPR.
Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dilaporkan bahwa amunisi artileri standar NATO kaliber 155 mm telah digunakan dalam serangan itu.
Presiden Finlandia, Sauli Niinisto mengatakan, kedua belah pihak dalam perang Ukraina sekarang menggunakan senjata yang lebih berat, termasuk bom termobarik dalam kasus Rusia.