Ia berpose di depan Rumah Sakit Kota Bern dengan tangan memegang dada dan tatapan sayu.
"Alhamdullilah, di Rumah Sakit Bern, sesaat setelah memandikan jenazah Eril," tulis Ridwan Kamil dikutip TribunWow.com.
Ia kemudian memberikan keterangan mengapa jasad putranya bisa ditemukan dalam kondisi utuh.
Rupanya hal ini berkaitan dengan suhu air di Sungai yang berasal dari lelehan gletser tersebut.
Diketahui bahwa air sungai berada di sekitar suhu 13 derajat celcius dengan suhu udara di bawah 20 derajat celcius.
Sementara, kedalaman sungai Aare hanya berkisar maksimal 3 meter.
"Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh:
Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku.
Sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," jelas Ridwan Kamil.
Saat ini, Ridwan Kamil tengah berada di Swiss dalam upaya memulangkan jasad Eril.
Ia didampingi sang adik, Elpi Nazmuzaman yang sudah berada di negara tersebut beberapa waktu untuk menggantikannya mencari Eril. (TribunWow.com/Anung/Via)