Konflik Rusia Vs Ukraina

Dianggap Rusia Ceroboh, AS Disebut Tak Pedulikan Risiko saat Kirim Ukraina Senjata

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Senjata berat peluncur roket M142 yang dikirimkan oleh Amerika Serikat untuk Ukraina.

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dianggap telah bertindak ceroboh dalam merespons konflik antara Rusia dan Ukraina.

Rusia turut menanggap AS tidak mempertimbangkan risiko saat mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina.

Kritikan ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Rusia di AS pada Rabu (8/6/2022).

Ilustrasi bantuan senjata dari AS ke Ukraina meliputi drone switchblades kamikaze, javelin, helikopter Mi-17, dan howtizer. (Kolase Aerovironment, AFP/ALAIN JOCARD, AFP/Kim Hong-ji, AFP/DELIL SOULEIMAN)

Baca juga: Menhan Rusia Klaim Hampir Kuasai Donbas, Sebut Pasukan Ukraina Kabur dengan Bakar Tempat Ibadah

Baca juga: Sadar Ukraina Kalah Persenjataan dari Rusia, Zelensky Berkeras Menangkan Perang demi Hal Ini

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Kedubes Rusia menyoroti bagaimana AS telah mengirimkan senjata artileri jarak jauh ke Ukraina.

Senjata jenis ini dikhawatirkan dapat memperparah konflik antara Rusia dan Ukraina.

"Jika pasukan militer Ukraina menggunakannya untuk menyerang wilayah Rusia. Konsekuensinya tidak akan bisa diperikdsi," ujar Kedubes Rusia.

"Terlebih, Washington terus mengabaikan risiko nyata senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan nasionalis radikal, teroris, dan kelompok bersenjata tak hanya di Ukraina, tetapi juga di luar wilayah (Ukraina)," papar Kedubes Rusia.

Sebelumnya diberitakan, diberi perlengkapan dan senjata seadanya, seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi tentara sukarelawan di Ukraina menceritakan betapa buruknya perlakuan Ukraina kepada para relawan.

Bantuan senjata hingga perlengkapan militer yang begitu banyak dari negara-negara barat ternyata tak semuanya sampai ke tujuan.

Banyak faktor menyebabkan bantuan tidak digunakan sebagaimana mestinya karena adanya korupsi hingga campur tangan oknum.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, temuan ini dilaporkan oleh media asal Kanada Toronto Star.

Baca juga: Disetrum Berminggu-minggu oleh Agen Rusia, Mayat Tentara Ukraina Dipulangkan ke Ibunya

Laporan dilakukan dengan mewawancarai sejumlah WNA yang menjadi tentara sukarelawan hingga sebuah kelompok di Kanada yang mengumpulkan dana untuk membantu keperluan militer para tentara Ukraina.

Banyak para sukarelawan yang berpengalaman di perang Irak hingga Afghanistan menolak untuk maju berperang di Ukraina karena minimnya senjata dan perlengkapan.

Sementara itu ada pula sukarelawan yang dengan senang hati maju memerangi pasukan RUsia hanya dengan bekal tiga buah magazin dan satu senjata AK-47 tanpa rompi dan helm.

Pemerintah Ukraina juga dituding tidak memberi pelatihan yang cukup kepada para relawan sebelum mereka dikirimkan maju ke garis depan.

Halaman
1234