Kumpulan Kata Mutiara Selamat Hari Lahir Pancasila, Cocok dibagikan via WhatsApp, IG, FB, Twitter

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022. Berikut ini kata mutiara dari Bung Karno soal Pancasila yang cocok dibagikan di momen Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022.

TRIBUNWOW.COM - Bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila tepat pada hari ini, Rabu (1/6/2022).

Hari Lahir Pancasila ditetapkan sebagai hari libur nasional atau tanggal merah lewat Keppres Nomor 24 Tahun 2016.

Dalam Keppres itu dijelaskan bahwa untuk pertama kalinya Pancasila sebagai dasar negara diperkenalkan oleh Ir Soekarno, Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945.

Baca juga: Kumpulan Twibbon Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Dilengkapi Cara Membuat dan Membagikannya

Banyak cara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 2022.

Satu di antaranya yakni dengan membagikan kata-kata mutiara atau quotes di media sosial seperti Instagram, WhatsApp, Facebook.

Terlebih kata-kata mutiara dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir Soekarno (Bung Karno) tentang Pancasila.

Berikut kata-kata mutiara dari Ir Soekarno terkait Pancasila yang dikutip dari Buku Kumpulan Kata-Kata Mutiara Kesejarahan (2010) yang diterbitkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Direktorat Nilai Sejarah:

1. Ada orang berkata, pada waktu Bung Karno mempropagandakan Pancasila, pada waktu itu ia menggalinya kurang dalam. Tapi saya terus terang katakan. "Saya menggalinya dari empat saf: Saf pra Hindu, saf Hindu, saf Islam, dan saf lmperialis."

2. Bakat persatuan, bakat "Gotong Royong" yang memang telah berurat berakar dalam jiwa Indonesia, ketambahan lagi daya penyatu yang datang dari azas Pancasila.

3. Dengan "Bhinneka Tunggal Ika" dan Pancasila, kita prinsipil dan dengan perbuatan, berjuang terus melawan kolonialisme dan imperialisme di mana saja.

4. I am not a maker of Pancasila. I am not a creator of Pancasila. I merely put into words some feelings existing among people, to which I gave the name of Pancasila.

I dug in the ground of the Indonesian people and I saw in the heart of the Indonesian nation that there were five feelings there .... I formulated what we know to day as Pancasila.

I merely formulated it because these five feelings had already lived for scores of years, even hundreds of years in our innen most hearts.

5. (1) Pancasila, as the sublimation of Indonesia's unity of soul; (2) Pancasila, as the manifestation of the unity the Indonesian nation's and territory; (3) Pancasila, as WELTANSCHAUUNG in the Indonesian nation's way of life, nationallity and internationally.

6. Pancasila kecuali suatu Weltanschauung adalah alat pemersatu, dan siapa tidak mengerti perlunya persatuan dan siapa tidak mengerti bahwa kita hanya dapat merdeka dan berdiri tegak merdeka jikalau kita bersatu, siapa yang tidak mengerti itu, tidak akan mengerti Panca Sila.

Halaman
1234