TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia menyoroti terlibatnya anggota keluarga seorang pejabat pemerintahan di Inggris dalam konflik di Ukraina.
Diketahui, Ben Grant (30) anak anggota parlemen di Inggris yakni Helen Grant menjadi tentara sukarelawan di Ukraina dan ikut memerangi Rusia.
Menurut komite investigasi Rusia, Ben telah memimpin serangan ke konvoi pasukan militer Rusia di Ukraina.
Baca juga: VIDEO - Bisa Tempuh Jarak Seribu Km, Rudal Zirkon Diuji Coba Rusia, Putin Sebut Tak akan Tertandingi
Baca juga: Terhenti Berminggu-minggu, Rusia dan Ukraina Akhirnya Kembali Bertemu Rundingkan Perdamaian
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, kini keterlibatan Ben dalam konflik di Ukraina akan diselidiki lebih lanjut oleh komite investigatif Rusia.
Aksi yang dilakukan oleh Ben dianggap sebagai kasus aktivitas tentara bayaran.
Ben dituding memimpin sekelompok tentara bayaran dari negara-negara barat untuk menyerang konvoi pasukan militer Rusia.
"Perbuatannya akan dinilai dari sudut hukum pidana," ujar Komite Investigatif Rusia.
Unit yang dipimpin oleh Ben diketahui beranggotakan tentara bayaran asal Inggris dan Amerika Serikat (AS).
Ben yang merupakan eks marinir tentara Inggris juga sempat merekam momen pasukan militer Ukraina ditembaki oleh tentara Rusia.
Bahkan Ben sempat merekam seorang rekannya terluka akibat serangan pasukan Rusia tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari The Telegraph, Ben diketahui merupakan anak dari Helen Grant, seorang anggota parlemen di Inggris.
Dalam rekaman tersebut, Ben terus-terusan berteriak kepada teman-temannya bahwa mereka harus mundur.
"Move, move back, move now (Bergerak, bergerak mundur, bergerak sekarang, -red)," ucap Ben.
Dalam video yang direkam oleh Ben terdengar suara tembakan senjata api terus menerus.
Sembari mundur, Ben sesekali menembakkan senjata laras panjang yang ia bawa.