Sebuah catatan untuk karyawan dari bos McDonald's, Chris Kempczinski menuliskan alasan tentang krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang.
McDonald's mengumumkan menjual hampir 850 restorannya di Rusia kepada pemegang lisensi saat ini, pengusaha Rusia Alexander Govor.
Awal bulan ini, pembuat mobil Prancis Renault juga mengatakan bisnisnya telah dinasionalisasi dan akan dijalankan oleh entitas pemerintah Rusia.
Mereka berharap untuk menghidupkan kembali produksi di bawah merek mobil era Soviet.
Walikota Moskow bulan lalu memperkirakan bahwa sekitar 200.000 orang di kota itu saja berisiko kehilangan pekerjaan karena perusahaan-perusahaan Barat meninggalkan negara itu.
Baca juga: Tak akan Kembali, McDonalds Jual 850 Bisnis Restorannya di Rusia Buntut Invasi ke Ukraina
Baca juga: Pejabat Rusia Ramai-ramai Mundur hingga Jadi Tahanan, Diduga Salahkan Putin Buntut Invasi ke Ukraina
Kebijakan Putin untuk atasi Hengkangnya Perusahaan Asing
Pemerintah Rusia kembali menjalankan upaya untuk mengatasi sanksi global sebagai bentuk protes atas invasinya ke Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin meminta jajarannya untuk bertindak tegas dan menyusun peraturan baru.
Terutama terkait sejumlah brand dan perusahaan yang ikut hengkang dari Rusia.
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Kamis (11/3/2022), semakin hari semakin banyak perusahaan yang telah menangguhkan atau mengakhiri operasi di Rusia.
Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa memberlakukan sanksi yang melumpuhkan ekonomi Rusia, menyebabkan rubel jatuh dan harga naik secara signifikan.
"Terkait dengan mereka yang akan menutup produksi mereka (di Rusia), kita perlu bertindak tegas di sini, dalam kasus apa pun, tidak boleh ada kerugian pada pemasok lokal," ujar Putin saat rapat kabinet, Kamis (10/3/2022).
"Perlu adanya manajemen eksternal dan kemudian mentransfer perusahaan-perusahaan ini kepada mereka yang ingin bekerja," katanya, setelah Perdana Menteri Mikhail Mishustin mengatakan pemerintah telah menyiapkan rancangan undang-undang.
Putin juga mengatakan kepada para menterinya bahwa Rusia harus memastikan bahwa hak-hak investor asing yang memilih untuk tetap tinggal di negara itu dilindungi dengan baik.
Investasi asing yang dibangun selama 30 tahun sejak runtuhnya Uni Soviet memilih untuk hengkang.