TRIBUNWOW.COM - Tentara Rusia yang bersiap untuk dikirim berperang di Ukraina diharuskan membeli peralatan pribadi dengan biaya sendiri.
Bahkan mereka harus membeli rompi anti-peluru hingga kotak P3K menggunakan uang pribadi.
Mereka diiming-imingi gaji sebesar Rp 47,3 juta jika bersedia dikirim perang ke Ukraina.
Pengakuan salah satu tentara kontrak Rusia yang tidak disebutkan namanya ini menunjukkan kurangnya persiapan Kremlin.
Baca juga: VIDEO Penampakan Helikopter Ka-52 dan Mi28NM Rusia, Disebut Bikin Ukraina Kewalahan
Mereka tidak menyediakan perlengkapan militer bagi pasukannya.
Dilansir The Moscow Times pada Sabtu (21/5/2022) tentara itu mengungkapkan, beberapa barang yang tidak disediakan satu di antaranya ialah alas kaki, pelindung tubuh, perban, dan torniket.
Bahkan ia harus membeli jaket dan celana untuk pakaian ganti di medan perang.
“Jika mereka mengeluarkan Anda seragam lapangan, Anda beruntung dapat menghemat uang. Kami masih harus membeli jaket dan celana, setidaknya sebagai pakaian ganti. Saya akan senang jika pengeluaran kami untuk seragam terbayar dan kami tidak kehilangan gaji kami,” kata salah satu pekerja kontrak dengan Rusia, Garda Nasional (Rosgvardia).
Orang-orang yang diwawancarai oleh The Moscow Times mengatakan bahwa mereka dijanjikan gaji bulanan sekitar 200.000 rubel atau sekitar Rp 47,3 juta jika mereka menandatangani kontrak untuk bergabung dengan pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.
Baca juga: VIDEO Vladimir Putin Sebut Rusia Sempat Ingin Gabung NATO tapi Dihalangi AS, Ini Pengakuannya
Tetapi mereka harus membeli semua perlengkapan mereka sendiri.
Termasuk membeli sendiri rompi anti peluru atau rompi tempur level 4 yang harganya mencapai 70.000 rubel atau setara Rp 16,5 juta.
Helm seharga 10.000 rubel dan sepatu bot seharga 5.000 rubel, kemudian rompi taktis seharga 5.000-10.000 rubel dan beberapa perlengkapan lainnya.
Total mereka harus mengeluarkan dana pribadi sebanyak 200.000 rubel atau sama seperti gaji yang mereka terima.
Seorang tentara Rusia di unit militer dekat pegunungan Ural mengatakan kepada The Moscow Times bahwa hampir tidak ada peralatan yang disediakan untuk mereka yang menuju ke Ukraina.
“Kami harus membeli semuanya sendiri, dengan uang kami sendiri. Saya bahkan tidak berbicara tentang pelindung tubuh dan helm modern: tidak ada pakaian hangat, tidak ada jatah kering atau kotak P3K,” katanya.
Ia mengaku semua peralatan yang digunakan untuk bertarung di Ukraina berbau kapur barus, dan senjata macet.
Toko militer online mencatat peningkatan permintaan untuk pelindung tubuh, helm, dan seragam tahan balistik.
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
Artikel ini telah tayang di Tribun Video dengan judul Pengakuan Prajurit Rusia, Beli Rompi Anti Peluru Pakai Uang Pribadi Ketika Perang di Ukraina