TRIBUNWOW.COM - Pasukan militer Ukraina dituding telah melibatkan warga sipil dalam peperangan melawan Rusia.
Menurut keterangan militer Rusia, tentara dan kelompok paramiliter Ukraina menggunakan gedung sekolah di Nikolayev dan Dnepr sebagai markas mereka.
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah republik rakyat Donetsk yang dikuasai oleh Ukraina.
Baca juga: Di Festival Film, Aktivis Wanita Copot Gaun demi Protes Kasus Rudapaksa terhadap Wanita Ukraina
Baca juga: 3 Statement Kontroversial Kadyrov, Puji Gadis Ukraina Cantik hingga Sindir Musuh yang Menyerah
Dikutip TribunWow.com dari tass.com, informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia Mikhail Mizintsev.
Berdasarkan penjelasan Mizintsev, para kombatan Ukraina turut memasang sistem peluncur roket di sejumlah sekolah hingga taman kanak-kanak (TK).
Beredar juga informasi bahwa beberapa warga sipil di daerah konflik sengaja tidak dievakuasi karena dijadikan tameng manusia oleh pasukan nasionalis Ukraina.
Sebelumnya, Mizintsev sempat menyindir Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) yang diam tak bereaksi ketika para tentara Ukraina menggunakan fasilitas kesehatan demi kepentingan militer.
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Mizintsev mengomentari seharusnya fasilitas kesehatan digunakan sesuai kepentingannya.
Mizintsev meminta kepada seluruh organisasi internasional untuk menekan pejabat pemerintahan Ukraina agar melarang penggunaan fasilitas publik dan warga sipil untuk kepentingan militer.
Mizintsev mencontohkan bagaimana pasukan Ukraina mengirimkan senjata dan tentara mereka ke bangunan-bangunan sekolah.
Selain itu, Mizintsev turut mengungkit bagaimana pasukan nasionalis Ukraina menggunakan pemukiman warga sipil sebagai markas penembak jitu.
Mizintsev menyindir bagaimana fakta-fakta ini justru diabaikan oleh komunitas internasional, negara-negara barat, serta para politisi dan aktivis hak asasi manusia.
Di sisi lain, sebuah badan pengawas hak asasi manusia terkemuka memberikan bukti-bukti bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang.
Pasukan tersebut dituding melakukan eksekusi singkat, penyiksaan dan pelanggaran berat lainnya di dua wilayah Ukraina.
Tudingan itu diterbitkan dalam sebuah laporan yang mendokumentasikan kasus lanjutan dari kejahatan perang pasukan invasi Rusia.