Terkini Daerah

Cerita Riyanto Jadi Korban Komplotan Begal, Pelaku Menyamar Jadi Sopir dan Penumpang Travel

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Riyanto (37) warga Desa Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi korban komplotan begal yang menyamar jadi sopir dan penumpang travel pada Kamis (12/5/2022) lalu (Istimewa).

TRIBUNWOW.COM - Nasib pilu dialami Riyanto (37) warga Desa Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, Riyanto menjadi korban komplotan begal yang menyamar menjadi sopir dan penumpang travel gelap saat hendak merantau ke Jakarta.

Kejadian buruk tersebut dialami Riyanto pada Kamis (12/5/2022) lalu.

Baca juga: Viral Penampakan Pohon Nangka Berbuah Mirip Pisang di Indramayu, Ini Cerita Pemilik Lahan

Saat itu, Riyanto yang mulutnya dilakban bahkan harus diikat di sebuah pohon di wilayah Waled, Cirebon, Jawa Barat, dan ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku begal setelah membawa kabur barang berharganya.

Riyanto menceritakan, awalnya dirinya hendak berangkat ke Jakarta menggunakan bus di salah satu garasi yang ada di wilayah Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (12/5/2022).

Karena bus sudah penuh dan ia tak kebagian tiket, datang seseorang yang menawarkan travel tujuan Jakarta.

Karena harga yang murah, Riyanto lantas memutuskan untuk menumpang travel tersebut.

"Akhirnya saya ikut numpang travel tersebut. Selain harga murah, juga karena saat itu ada beberapa penumpang juga di dalam mobil tersebut," kata Riyanto kepada wartawan di kediamannya di Desa Pasarbatang, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Viral Sosok Kakek 69 Tahun Nikahi Wanita 19 Tahun di Bone, Ini Awal Mula Keduanya Bisa Jatuh Cinta

Riyanto mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap pengemudi, dan 3 orang penumpang di dalam travel.

Baru setelah melewati Exit Tol Kanci di Pantura, dirinya dipepet oleh penumpang yang duduk di belakangnya.

Ia mengaku ditodong dengan senjata tajam dan beberapa kali mendapat pukulan.

"Saya kemudian disekap. Tangan, kaki dan mulut saya diikat pakai lakban warna coklat," kata Riyanto.

Riyanto kemudian diajak berkeliling.

Saat itu, para pelaku mengambil paksa handphone dan uang tunai sekitar Rp 650.000.

Selain dianiaya, ia juga mendapatkan ancaman dari para pelaku.

Halaman
12