Konflik Rusia Vs Ukraina

Sebut Elon Musk Manusia Super, Komandan Ukraina Minta Bantuan agar Lolos Kepungan Rusia di Mariupol

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret Elon Musk. Komandan Ukraina minta bantuan Elon Musk agar dapat keluar dari kepungan Rusia di pabrik baja Azovtal, Mariupol, Kamis (12/5/2022).

Rupanya, permintaan tolong ini bukan yang pertama kali dibagikan Serhiy Volyna.

Lewat sebuah video, ia menyampaikan sebuah permohonan kepada para pemimpin dunia untuk membantu Mariupol dan Ukraina.

"Ini adalah pesan kami kepada dunia. Ini mungkin jadi pesan terakhir kami," ucap Serhiy Volyna Rabu (20/4/2022).

"Kami mungkin hanya memiliki beberapa hari atau jam tersisa."

"Kekuatan musuh 10 kali lebih besar dibandingkan kami. Mereka menguasai udara, artileri, tank dan unggul dalam kendaraan tempur."

Serhiy Volyna mengatakan, misinya dan pasukannya di Mariupol adalah mempertahankan pabrik baja Azovstal.

"Kami meminta kepada para pemimpin dunia untuk bantu kami," kata Serhiy Volyna.

Serhiy Volyna ingin agar dirinya dan para pasukannya dievakuasi ke negara dunia ketiga.

Menurutnya ada 500 tentara yang terluka, dan ratusan warga sipil di Mariupol termasuk wanita dan anak-anak yang belum dievakuasi.

"Kami meminta diberikan keamanan di teritori negara dunia ketiga," ujar Serhiy Volyna.

Baca juga: Mariupol Dikepung Rusia, Komandan di Ukraina Minta Bantuan: Waktu Kami Tinggal Beberapa Jam Lagi

Baca juga: Berencana Kirim Bom 3 Ton, Rusia Serang Pabrik Baja Azovtal Tempat Ribuan Warga Ukraina Berlindung

Elon Musk Diancam Rusia

Taipan kenamaan dunia, Elon Musk, menyebutkan soal kematian tak wajar yang mungkin akan menimpanya.

Ia pun membeberkan ancaman yang diterima dari petinggi Rusia yang tak senang atas bantuannya terhadap Ukraina.

Alih-alih cemas, Elon Musk justru menanggapi dengan santai bahkan membuatnya sebagai guyonan.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Senin (9/5/2022), Elon Musk (50) diketahui telah menggunakan Starlink untuk memungkinkan Ukraia tetap bisa mengakses internet di tengah invasi.

Halaman
123