TRIBUNWOW.COM - Pakar militer menyoroti pidato Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Hari Kemenangan 9 Mei kemarin.
Hal ini lantaran Presiden Putin sama sekali tak menyebut kata Ukraina dalam pidatonya.
Pakar militer menilai bahwa hal tersebut ada hubungannya dengan kegagalan Rusia menguasai Ukraina.
Baca juga: VIDEO - Siapkan Perlawanan Sengit, Chechnya Latih Ribuan Relawan untuk Bantu Rusia Lawan Ukraina
Dilansir oleh Aljazeera, Putin menyampaikan pidatonya di hadapan 11 ribu prajurit di Lapangan Merah.
Menurut analis asal Ukraina dari penta Center, Volodymyr Fesenko, Putin sengaja menghindari penyebutan Ukraina dalam pidatonya.
Pasalnya, hal tersebut dikaitkan dengan sejumlah kegagalan Rusia di Ukraina.
“Dia menghindari kata itu karena dikaitkan dengan masalah, kekalahan, harapan dan harapan yang digagalkan,” ujar Volodymyr Fesenko, dari think-tank Penta yang berbasis di Kyiv, mengatakan kepada Al Jazeera.
Baca juga: Rangkuman Pidato Putin di Hari Kemenangan Rusia, Tak Sebut Ukraina hingga Beri Instruksi Berikut
Sejak awal pengumuman invasi skala penuh ke Ukraina, Kremlin mengatakan tujuan kegiatan yang disebut operasi militer khusus ini adalah untuk denazifikasi dan demiliterisasi.
Namun beberapa minggu setelahnya, pasukan Rusia justru mengalami serangkaian kemunduran di medan perang.
Hal ini membuat mereka harus menarik mundur pasukan.
Analis Belarusia yang berbasis di Kyiv, Igar Tyshkevich mengatakan, pidato Putin dinilai belum menunjukkan bahwa Moskow berencana akan mengakhiri perang dalam waktu dekat.
Baca juga: VIDEO Kesaksian Prajurit Ukraina yang Ditangkap Rusia, Ngaku Diberi Makan dan Diperlakukan Layak
Ia menambahkan bahwa saat ini Rusia tak mencapai tujuannya dan tak tahu harus berbuat apa.
“Menilai dari bagaimana Putin menempatkan penilaiannya, Rusia sejauh ini tidak memiliki keputusan tentang bagaimana keluar dari perang,” kata Igar Tyshkevich, seorang analis Belarusia yang berbasis di Kyiv, mengatakan kepada Al Jazeera.
"Mereka tidak mencapai tujuan mereka, tetapi tidak tahu harus berbuat apa," katanya.
Menurut para analis, kegagalan Rusia disebabkan oleh sejumlah faktor.
Seperti pasokan logistik untuk prajurit, hingga ekspetasi tak akurat bahwa Ukraina akan menyambut pasukan Rusia sebagai pembebas.