Intinya tim ini sudah bagus sdh di siapkan pemain2 mahal harus ada yg ahli meracik setrategis yg di bantu asisten coach @resal_octavian7419 saya tidak mau keblondrok atau kapusan brosur maneh ribuan DM nyerang ke saya," tulis @anto_van_java, Minggu (24/4/2022).
Di sisi lain, unggahan Junianto itupun langsung direspon oleh sang mantan pelatih PSIS Semaarang tersebut.
Dalam komentarnya, Vincenzo Alberto Annese hanya memberikan tanggapan berupa emot ikon ucapan terimakasih yang ditujukan kepada Junianto.
Entah apa maksud unggahan bos PSIS Semarang tersebut, namun menilik peluang yang ada untuk boyong Vincenzo kembali terhitung tidak mudah.
Pasalnya, pelatih berlisensi Pro UEFA tersebut kini sudah menangani tim kasta tertinggi Liga India yakni Gokulam FC sejak tahun 2020.
Bahkan ia tercatat sukses di Liga India karena mampu membawa Gokualam tak terkalahkan dalam 12 pertandingan di musim ini.
Dengan catatan 9 menang dan 3 imbang dalam 12 pertandingan yang telah ia lakoni di I-League bersama Gokualam FC.
Sedangkan sosok Sergio Alexandre saat ini sudah berstatus bebas transfer berbarengan dengan terperosoknya Persiraja Banda Aceh ke Liga 2 2022.
Sehingga peluang PSIS Semarang jika ingin mendatangkannya terhitung lebih mudah dibandingkan memulangkan kembali Vincenzo Alberto Annese Stadion Jatidiri musim depan.
Di sisi lain, jika dilihat dari asal kedua pelatih, tentunya baik Sergio Alexandre maupun Vincenzo Alberto Annese tentunya miliki gaya main yang berbeda.
Sergio Alexandre yang berasal dari Brasil tentu miliki gaya main khas yakni Samba.
Sementara Annese yang berasal dari negeri pizza tentunya mengedepankan gaya main ala Catenaccio milik Italia.
Patut dinantikan, siapa yang bakal merapat ke Kota Lumpia pada Liga 1 2022.
Snex dan Panser Biru pilih pelatih gaya Samba Brasil atau Catenaccio Italia?
Profil Lengkap Sergio Alexandre