Konflik Rusia Vs Ukraina
Saat Kunjungan Sekjen PBB ke Ukraina Diwarnai Serangan Roket, Sebut Dewan Keamanan Gagal Lakukan Ini
Sejumlah roket menghantam Kyiv saat Sekjen PBB Antonio Guterres, mengunjungi ibu kota Ukraina itu. Saat itu,dia dia juga mengkritik Dewan Keamanan PBB
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mendapat pengalaman kurang mengenakan saat berada di Kyiv, Ukraina.
Pasalnya, sejumlah roket Rusia menghantam Kyiv saat Antonio Guterres, mengunjungi ibu kota Ukraina itu.
Dikutip dari BBC Indonesia, Antonio Guterres saat itu juga mengkritik Dewan Keamanan PBB.
Baca juga: Tersenyum dan Lambaikan Tangan, Cheerleader Perang Rusia Semangati Tentara yang Berangkat ke Ukraina
Guterres mengatakan dewan keamanan PBB gagal mencegah maupun menghentikan perang di Ukraina.
Ini adalah "sumber kekecewaan yang besar, sumber frustrasi, dan amarah," kata Guterres.
"Biar saya perjelas: (Dewan keamanan) gagal menggunakan kekuatannya untuk mencegah dan menghentikan perang," ujar dia menambahkan.
Dewan Keamanan PBB memiliki tugas khusus untuk memastikan perdamaian dan keamanan global.
Namun, saat ini badan tersebut tengah menghadapi kritik, termasuk dari pemerintah Ukraina, karena dinilai gagal mengambil tindakan sejak invasi dimulai pada Februari.
Baca juga: Pakar Rusia Usul Permalukan Tahanan Perang Ukraina dalam Barisan Pawai saat Parade Hari Kemenangan
Baca juga: Sekjen PBB Syok Alami Penyerangan Rusia saat Berada di Kiev, Zelensky: Ini Upaya untuk Mempermalukan
Rusia adalah satu dari lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB dan negara itu telah memveto lebih dari satu resolusi mengenai konflik tersebut.
Guterres menyampaikan hal tersebut pada Kamis malam (29/04) waktu setempat dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang sebelumnya juga mengkritik Dewan Keamanan PBB.
"Saya di sini untuk menyampaikan kepada Anda, Pak Presiden, dan kepada seluruh warga Ukraina, bahwa kita tidak akan menyerah," kata dia.
Namun, Guterres juga membela organisasinya. Dia mengatakan, ketika Dewan Keamanan "dilumpuhkan", PBB mengambil langkah lain.
"PBB memiliki 1.400 staf di Ukraina yang bekerja memberikan bantuan, berupa makanan, uang, (dan) bentuk dukungan lainnya," kata dia kepada BBC.
Dalam pertemuan Kamis itu, Zelensky mengatakan bahwa Guterres dalam kunjungannya berkesempatan menyaksikan secara langsung "semua kejahatan perang" yang dilakukan Rusia di Ukraina.
Pemimpin Ukraina itu lagi-lagi menggambarkan tindakan Rusia terhadap negaranya sebagai genosida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sekretaris-jenderal-pbb-antonio-guterres-konflik-ukraina-rusia.jpg)