TRIBUNWOW.COM - Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov membagikan liputan saat adiknya terjun ke medan perang Ukraina.
Sang adik yang bernama Khadzhi Kadyrov mengejar pasukan Ukraina yang berkeliaran di kawasan pabrik baja Azovtal, Mariupol.
Dalam video yang dibagikan ia bersama pasukan Axmat yang dipimpin, melepaskan sejumlah tembakan dari balik jendela bangunan.
Baca juga: Kadyrov Terbahak Suruh Zelensky Kabur, Cibir Berita yang Sebut Pasukannya Gagal Lakukan Pembunuhan
Baca juga: Video Pertempuran Sengit Chechnya Lawan Ukraina di Mariupol, Tentara Kadyrov Gunakan Roket Anti Tank
Diketahui, tentara Rusia tengah melakukan blokade di kawasan pabrik baja Azovtal yang menjadi benteng pertahanan terakhir di Mariupol.
Lokasi tersebut dikabarkan menjadi tempat persembunyian sejumlah tentara Ukraina, tentara Azov, dan para pengungsi.
Pasukan Chechnya juga ditugaskan di wilayah tersebut untuk melakukan penyisiran dan pembersihan.
Dilansir video yang dibagikan Ramzan Kadyrov di akun telegramnya, Senin (25/4/2022), sempat terjadi baku tembak di pabrik tersebut.
Terlihat sosok Khadazi tersenyum lebar bersama para bawahannya.
Ia kemudian tengkurap di tangga gedung dan mengarahkan senapan laras panjangnya ke arah jendela bangunan.
Terdengar tembakan beruntun diselingi teriakan 'Allahuakbar' oleh rekan-rekannya yang tampak antusias.
Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Tribun Medan TV, Rabu (26/4/2022), Khadazi saat itu tengah memimpin penyergapan para tentara yang bersembunyi di bunker Azovtal.
Khadazi menegaskan pasukan Chechnya siap melakukan penyerangan ke sarang tentara Ukraina sampai akhir.
Ia menekankan pasukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya memiliki dua pilihan, menyerah atau pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Menurut Khadazi, pihaknya sudah memperhitungkan semua siasat lawan.
Mereka pun sering melakukan serangan kejutan setelah memblokir pasukan Ukraina berkeliaran.
Baca juga: Wanita dan Anak-anak Terjebak di Bunker, Rezimen Azov Sebar Video Penampakan Terkini Mariupol
Baca juga: Berencana Kirim Bom 3 Ton, Rusia Serang Pabrik Baja Azovtal Tempat Ribuan Warga Ukraina Berlindung