Konflik Rusia Vs Ukraina

Isi Pelajaran Perang Ukraina di Sekolah Rusia, Diduga untuk Doktrin Anak soal Pembenaran Invasi

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI belajar. Terbaru, Rusia memasukkan kurikulum khusus mengenai perang Ukraina di sekolah, diduga untuk mendoktrin anak-anak, Minggu (24/3/2022).

Dikutip TribunWow.com dari cuitan Raf Sanchez, ada beberapa contoh berita yang dicuitkan oleh Sanchez.

Berita pertama, pemerintah Rusia hanya menunjukkan prosesi penghormatan terhadap tentara yang gugur di medan perang.

Selain itu pemerintah Rusia turut menayangkan bagaimana pejabat senior memasangkan medali kepada prajurit yang ada di rumah sakit.

Namun tidak dijelaskan berapa prajurit Rusia yang telah tewas.

Satu-satunya angka yang pernah diumumkan oleh pemerintah Rusia hanya terjadi pada 2 Maret 2022 lalu yakni 498 tentara Rusia telah tewas.

Pemerintah Rusia juga memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menuding negara-negara Barat hanya mengira-ngira jumlah tentara Rusia yang tewas.

Kemudian, stasiun TV milik pemerintah Rusia terus-terusan membahas bagaimana harga minyak di AS melonjak tinggi sebagai efek samping memberikan sanksi ke Rusia.

Stasiun TV pemerintah Rusia juga terus-terusan menyetel kritik politisi Republik di Amerika yang menyerang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Terakhir, stasiun TV pemerintah Rusia juga memberitakan bagaimana Ukraina saat ini dikuasai oleh kelompok ultra nasionalis neo nazi.

Rusia Sebut Terjadi Perang Informasi

Pada Rabu (16/3/2022) sebuah gedung teater di Mariupol, Ukraina yang difungsikan sebagai tempat penampungan warga sipil hancur seusai dibombardir.

Pemerintah Ukraina menyebut serangan dilakukan oleh pesawat tempur Rusia.

Sementara itu pemerintah Rusia tegas membantah telah melakukan serangan ke gedung teater tersebut.

Dikutip TribunWOw.com dari Sky News, bantahan ini disampaikan oleh duta besar pemerintah Rusia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Vasily Nebenzya.

"Perang informasi sedang terjadi dalam skala yang lebih besar dibanding perang fisik," ujar Nebenzya.

Halaman
1234