Korban diminta memberitahukan kode One time pasword (OTP).
Padahal kode OTP adalah kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang dapat disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain.
Alhasil uang Rp31 juta dari ATM BRI miliknya ludes.
"Saya ikuti alur penelpon, saya seperti terhipnotis," bebernya.
Tak puas hanya kuras satu ATM, pelaku terus memperdaya korban.
Irwan diminta kode OTP bank lain miliknya dengan alasan kode OTP bank pertama tidak bisa.
Dengan lugu, Irwan memberitahukan uang Rp34 juta di rekening BCA-nya.
Baca juga: Luna Maya Ungkap Modus Penipuan yang Minta Transfer, Sempat Ada Curiga hingga seperti Dihipnotis
Ia pun kirim kode OTP bank tersebut.
Alhasil, total kerugian yang dialaminya Rp65 juta.
"Enggak tahu kenapa, saya jawab iya, iya dan iya," ungkapnya.
Selepas itu, ia diminta menunggu selama 20 menitan.
Bukannya dapat hadiah, nomornya malah diblokir pelaku.
"Habis itu saya baru sadar. Firasat tidak enak. Benar saja. Saya cek dua ATM itu uangnya ludes semua," terangnya.
Ia menyebut, selepas kejadian melapor ke pihak kepolisian.
Bukannya mendapatkan penanganan serius, ia malah ditanya, "Kenapa uangnya banyak?"