Ade dikabarkan tengah dirawat di gedung DPR RI dengan pengawalan ketat polisi.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab Ade sampai menderita luka dan mengalami kejadian tak mengenakkan tersebut.
Hanya saja, aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR tersebut memang sempat diwarnai aksi ricuh.
Sejak pukul 15.00 WIB, mahasiswa telah mengguncang dan memanjat pagar gedung.
Namun, keributan terjadi dalam aksi yang juga diikuti kelompok masyarakat selain mahasiswa tersebut.
Terjadi pembakaran ban hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan membubarkan massa dengan water canon.
Aksi saling lempar bahkan terjadi hingga sejumlah pengunjuk rasa dan kepolisian mengalami luka-luka.
Diketahui, Ade datang ke lokasi pada sekitar pukul 12.30 WIB mengenakan kaus hitam.
"Saya tidak ikut demo, saya mantau. Dan ingin menyatakan saya mendukung (demo mahasiswa)," kata Ade ketika itu.
"Mau dukung kalau gugatannya adalah agar tidak diperpanjang supaya dihentikan tiga periode saya setuju,"
Sosok Pelaku
Polda Metro Jaya sendiri telah menangkap sejumlah pelaku pengeroyok Ade Armando.
"Udah beberapa kita amankan, saya belum bisa sampaikan secara detail," kata Kombes Zulpan di Gedung DPR, Senin (11/4/2022).
Kombes Zulpan memastikan pelaku pengeroyokan bukanlah anggota Polri melainkan massa aksi.
"Ade Armando tadi betul terlihat mengalami pemukulan oleh sekelompok orang yang ada di dalam aksi. Jadi pemukulan itu tidak dilakukan oleh petugas, ini perlu saya tegaskan ya," tegasnya.