Konflik Rusia Vs Ukraina

Tegaskan Pembantaian di Bucha Rekayasa Ukraina, Rusia Sebut Negara-negara Barat Pilih Tutup Mata

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi mengerikan di Kota Bucha, Ukraina. Tampak jasad warga sipil dibiarkan dalam kondisi berserakan terbuka di jalan raya.

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Ukraina dan Rusia memiliki penjelasan yang berbeda terkait tragedi pembantaian warga sipil yang terjadi di Bucha.

Di satu sisi Ukraina menyebut jasad-jasad manusia yang ditemukan di sekitar Kota Bucha adalah korban serangan tentara Rusia.

Sedangkan Rusia menyebut keberadaan jasad-jasad manusia yang ada di Bucha adalah bagian dari rekayasa Ukraina untuk menyudutkan Rusia.

Baca juga: Dicurigai Bantu Tentara Ukraina, 1 Keluarga di Dekat Bucha Tewas Dibunuh Tentara Rusia

Baca juga: Temukan 5 Mayat Korban Eksekusi, Militer Ukraina Sebar Video Kamar Penyiksaan Milik Rusia di Bucha

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov menyatakan bahwa negara-negara barat memilih untuk tutup mata dan tutup telinga saat Rusia mencoba menjelaskan tragedi yang terjadi di Bucha.

Kendati demikian, Peskov menyebut Rusia masih terus berusaha menyampaikan penjelasan soal pembantaian yang terjadi di Bucha.

Peskov menyampaikan, saat ini penting untuk dilakukan investigasi yang benar-benar netral dan tidak bias untuk menyelidiki pembantaian di Bucha.

"Kami terus membantah seluruh tuduhan terhadap Rusia," ujar Peskov.

Peskov mengatakan, tuduhan terhadap Rusia soal Bucha bukan saja tidak ada bukti kuat namun hanyalah rekayasa belaka.

Peskov melanjutkan, tujuan dari rekayasa pembantaian di Bucha adalah untuk mendiskreditkan pasukan militer Rusia.

Kemudian Peskov meminta agar para pemimpin negara-negara barat bertindak dengan logis bukan karena dorongan emosional.

"Diplomat kami terus bekerja di PBB," tegas Peskov.

Peskov mengungkit upaya diplomatik Rusia kerap dirusak namun mereka tetap berusaha.

Dilansir TribunWow.com dari TASS, Senin (4/4/2022), Rusia mengklaim tidak ada korban sipil yang dilaporkan di kota Bucha ketika kota itu dikendalikan oleh Angkatan Bersenjatanya.

Namun Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov menuding media AS mengabaikan penembakan yang dilakukan militer Ukraina di kota itu.

Ia pun terang-terangan membantah tudingan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang pada warga sipil di Bucha.

Halaman
1234