TRIBUNWOW.COM - Sejumlah warga Bucha telah bersuara tentang insiden pembantaian yang menimpa kota mereka.
Seluruh warga Bucha yang telah memberikan kesaksian menyebut para tentara Rusia telah melakukan tindakan tak manusiawi membunuh para warga sipil yang bukan merupakan kombatan perang.
Kini petugas evakuasi pemerintah Ukraina menemukan sejumlah hal mengerikan di Kota Bucha.
Baca juga: Temukan 5 Mayat Korban Eksekusi, Militer Ukraina Sebar Video Kamar Penyiksaan Milik Rusia di Bucha
Baca juga: Rusia Salahkan Ukraina soal Pembantaian, Zelensky Persilakan Jurnalis di Seluruh Dunia Datangi Bucha
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, di sebuah basemen di tempat perkemahan anak-anak di Bucha, ditemukan potongan tubuh manusia berserakan di tanah.
Pada jasad-jasad tersebut ditemukan luka bekas siksaan.
Seorang pendeta mengaku sempat melihat anjing-anjing liar memakan mayat-mayat yang ada di Bucha.
Para tentara Ukraina juga menemukan jasad wanita dan anak-anak yang sempat dirudapaksa sebelum dibunuh.
Pejabat Ukraina menyebut total ada 410 jasad telah ditemukan di Bucha.
Pendeta di Bucha bernama Andriy Holovin mengaku turut serta memindahkan jasad yang bertebaran di jalan ke gerejanya.
"Karena anjing-anjing mencoba memakan mayat-mayat," ujar Holovin.
Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba khawatir apa yang terjadi di Bucha saat ini hanyalah pucuk dari gunung es.
Setelah pasukan Rusia mundur dari wilayah Kiev, Ukraina, fakta mengerikan terungkap.
Kehancuran terlihat dari wilayah yang ditinggalkan Rusia di mana terlihat mayat-mayat berserakan di jalan-jalan di pinggiran kota Kiev.
Pakar Ukraina telah memperingatkan bahwa beberapa kota yang dikosongkan oleh pasukan Rusia mungkin memperlihatkan kekejaman yang lebih buruk daripada di Bucha.
Pasalnya, penduduk setempat mengklaim pasukan Putin membunuh anak-anak, terlibat dalam pemerkosaan massal dan melakukan eksekusi.