TRIBUNWOW.COM - Beredar di internet foto dan video jasad warga sipil di Ukraina yang disebut-sebut tewas karena diserang pasukan militer Rusia.
Diketahui foto dan video tersebut diambil di Kota Bucha, Ukraina.
Dalam video yang beredar setidaknya ada tujuh mayat menggunakan pakaian sehari-hari dibiarkan tersebar di jalan hingga trotoar.
Baca juga: 3 Gosip Miring soal Presiden Rusia Vladimir Putin, Punya Kebiasaan Mandi Darah hingga Mudah Emosi
Baca juga: Rusia Ancam Denda Wikipedia Rp 670 Juta, Tuntut Hapus Artikel soal Invasi ke Ukraina
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Wali Kota Bucha, Anatoliy Fedoruk menjelaskan setidaknya ada 300 warga sipil yang tewas dibunuh.
Penampakan mengerikan ini baru terungkap seusai pasukan militer RUsia mundur dari wilayah di sekitar Kyiv/Kiev.
Pada saat yang sama pasukan militer Ukraina berhasil merebut kembali lebih dari 30 kota dan desa di sekitar Ukraina setelah konflik melawan Rusia lebih dari lima minggu.
Dalam kanal YouTube Aljazeera, ditampilkan jasad sejumlah pria terkumpul di sudut jalan.
Jasad itu dibiarkan terbuka tanpa ditutup kain ataupun koran.
Pada video lainnya tampak warga yang masih hidup berjalan santai di dekat jasad-jasad tersebut.
Terekam juga jasad seorang pria dalam posisi tergeletak sambil masih menunggangi sepeda.
Saat direkam dari dekat, tampak ada jasad yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pembusukkan yakni kuku dan warna kulit yang mulai menghitam.
Sebelumnya diberitakan, petugas pemakaman menggotong sejumlah mayat yang dibungkus karpet atau kantong mayat ke parit sepanjang 25 meter di Mariupol, Ukraina.
Tumpukan jasad tersebut adalah korban meninggal dari kalangan warga sipil dan tentara Ukraina yang terbunuh akibat pemboman oleh Rusia.
Pejabat setempat yang kewalahan menangani banyaknya korban, akhirnya memutuskan untuk melakukan pemakaman massal.
Diketahui, Mariupol merupakan kota pelabuhan di selatan Ukraina yang intens terkena serangan pasukan Rusia.