Konflik Rusia Vs Ukraina

Sampai Kerahkan Kekuatan Militer ke Mariupol, Mengapa Rusia Anggap Kota Kecil di Ukraina Berharga?

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, sebelum luluh lantak diserang pasukan Rusia, diunggah Sabtu (16/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Selama tiga minggu, kota pelabuhan Mariupol di Ukraina dikepung oleh pasukan Rusia.

Terhitung antara 100 ribu dan 200 ribu orang terperangkap di kota yang terus dibombardir tanpa henti.

Belakangan, timbul pertanyaan mengapa Rusia sampai nekat mengerahkan pasukannya untuk menguasai kota kecil di Ukraina tersebut.

Kota Mariupol di Ukraina dikepung dan terus dihujani serangan oleh pasukan militer Rusia. (YouTube Guardian News)

Baca juga: Rusia Beri Tenggat Waktu untuk Serahkan Kota Mariupol yang Alami Kerusakan Parah, Ini Kata Ukraina

Baca juga: Geger Kabar Warga Ukraina Dibawa Paksa ke Rusia, Putin Diisukan Tiru Nazi Buat Kamp Konsentrasi

Dikutip TribunWow.com dari The Guardian, Rabu (23/3/2022), otoritas setempat mengatakan 80% infrastruktur kota telah hancur, beberapa di antaranya tidak dapat diperbaiki.

Para penduduk yang terjebak harus bertahan tanpa air, listrik, dan pemanas, dan tidak mungkin lagi menghitung jumlah kematian.

Sementara pada pekan ini Ukraina menolak ultimatum Rusia untuk menyerahkan Mariupol.

Rupanya, jatuhnya Mariupol akan menjadi pukulan ekonomi bagi Ukraina dan kemenangan simbolis bagi Rusia.

"Mariupol memiliki makna praktis dan simbolis bagi Rusia," kata Andrii Ianitskyi, kepala pusat keunggulan dalam jurnalisme ekonomi di Kyiv School of Economics.

"Ini adalah kota pelabuhan besar dan pangkalan angkatan bersenjata Ukraina. Jadi, jika Rusia ingin memiliki koridor darat (dari Donbas) ke Krimea, mereka perlu menguasai Mariupol."

Mariupol adalah pusat metalurgi untuk besi dan baja, manufaktur mesin berat, dan perbaikan kapal.

Pabrik baja terbesar di Ukraina yang dimiliki oleh grup metalurgi terkemuka di negara itu, Metinvest, berlokasi di Mariupol.

Satu diantaranya adalah, Azovstal, yang kini rusak parah akibat penembakan oleh Rusia pada minggu ini.

Mariupol juga merupakan rumah bagi pelabuhan perdagangan terbesar di Laut Azov tempat Ukraina mengekspor biji-bijian, besi dan baja, serta mesin-mesin berat.

Pada tahun 2021, tujuan utama ekspor Ukraina dari pelabuhan Mariupol adalah negara-negara Eropa dan Timur Tengah seperti Italia, Lebanon, dan Turki.

Pada tahun 2014, Mariupol, kota terbesar kedua di wilayah Donetsk, bertahan dari pendudukan singkat oleh pasukan pro-Rusia.

Halaman
1234