Konflik Rusia Vs Ukraina

Ledakkan Lokasi Pengungsian, Rusia Diduga Sengaja Serang Anak-anak Ukraina, Ribuan Orang Tewas

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengunggah foto sebelum dan sesudah gedung teater di Mariupol dibombardir oleh pasukan Rusia. Pemerintah Rusia sendiri membantah telah melakukan serangan tersebut.

TRIBUNWOW.COM - Pihak Rusia diklaim telah menghancurkan sebuah gedung teater di mana pengungsi Kota Mariupol, Ukraina berlindung, Rabu (16/3/2022).

Padahal di luar tempat perlindungan itu, para pengungsi sudah menuliskan tanda yang memperingatkan adanya anak-anak.

Hingga saat ini, belum jelas berapa korban dari serangan tersebut.

Namun, Dewan Kota Mariupol menerangkan bahwa gedung teater itu digunakan oleh lebih dari 1000 orang warga sipil.

Insiden ini pun menuai komentar prihatin dan kecaman bagi pihak Rusia, termasuk dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Serangan pasukan Rusia di Chernihiv, Ukraina menewaskan 10 warga sipil. (Timeofisrael)

Baca juga: Ungkit Kesaksian Pengungsi, Rusia Minta Media Barat Adil Beritakan Ukraina: Setop Sebar Kebohongan

Baca juga: Ukraina Tuding Rusia Pakai Pesawat Tempur Bom Gedung Teater yang Berisi Ribuan Warga Sipil

Dilansir TribunWow.com dari BBC, Kamis (17/3/2022), gedung teater tiga lantai bercat putih tampak hancur dan terbakar.

Menurut Wakil Wali Kota Mariupol, Sergei Orlov, sekitar 1.000 hingga 1.200 orang mencari perlindungan di gedung tersebut.

Gambar satelit yang dirilis oleh perusahaan swasta Maxar, menunjukkan kata-kata "DETI" yang berarti anak-anak dalam bahasa Rusia, terukir di tanah di kedua sisi gedung.

Tulisan tersebut dimaksudkan agar pesawat Rusia menjauh dari gedung berisi pengungsi tersebut.

Namun, meski ada peringatan tersebut, pihak Rusia masih saja tak menggubris dan meledakkan gedung.

Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa tentara Presiden Vladimir Putin sengaja menyasar masyarakat sipil dan bahkan anak-anak.

"Penjajah menghancurkan Teater Drama. Tempat di mana lebih dari seribu orang mengungsi. Kami tidak akan pernah memaafkan ini," kata Dewan Kota Mariupol dalam sebuah posting Telegram yang dikutip kanal berita CNA.

Walikota Mariupol Vadym Boichenko menyebut serangan itu sebagai tragedi yang mengerikan.

"Orang-orang bersembunyi di sana. Dan ada yang bilang beruntung bisa selamat, tapi sayangnya tidak semua beruntung," kata Boichenko.

"Satu-satunya kata untuk menggambarkan apa yang telah terjadi hari ini adalah genosida, genosida bangsa kita, rakyat Ukraina kita. Tapi saya yakin bahwa harinya akan tiba ketika kota indah Mariupol akan bangkit dari reruntuhan lagi."

Halaman
1234