TRIBUNWOW.COM - Sebuah rekaman menunjukkan aksi polisi Rusia saat mengamankan pihak yang dinilai menunjukkan penentangan atas invasi ke Ukraina.
Tanpa pandang bulu, para polisi berpakaian anti huru-hara segera menyeret dua orang wanita muda yang sedang diwawancarai.
Padahal, seorang dari wanita tersebut justru mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin sementara yang lain hanya bicara dua kata.
Baca juga: Cibir Intelejen Kiev, Presiden Chechnya Kadyrov Akui Turun Langsung ke Ukraina Tinjau Pasukan Rusia
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-19, Kadyrov Diisukan Maju ke Medan Perang hingga Keterlibatan China
Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Ukraine News, Senin (14/3/2022), rekaman tersebut diambil di Manezhnaya Square, Moskow, Rusia.
Terlihat sejumlah polisi bersiaga di alun-alun yang berlatar belakang bangunan berwarna merah bata tersebut.
Video dimulai dengan seorang wanita muda bertanya kepada juru kamera yang sedang mengambil gambar di Manezhnaya Square.
"Apakah anda mendukung aktivis?," tanya wanita tersebut.
"Ya, tentu saja," jawab kameraman.
Aktivis perempuan itu kemudian memperlihatkan secarik kertas kecil yang bertuliskan 'Dua Kata'.
"Aku hanya akan bertanya apa yang kau pikirkan jika aku mengatakan 'Dua Kata'," ujar wanita tersebut.
"Apakah mereka akan menangkap saya karena ini atau tidak?"
Baru beberapa detik wanita tersebut mengangkat kertasnya, tim polisi anti huru hara langsung bergerak menyeret wanita itu.
"Mereka sudah menangkapmu!," seru kameraman, sementara polisi telah mencengkeram lengan wanita itu dan sudah membawanya pergi.
"Wow, itu sangat gila. Apa kalian melihat itu?," imbuhnya.
Kecepatan polisi membidik pemrotes dan memindahkannya dari tempat kejadian sangat mengejutkan, tetapi momen paling unik muncul kemudian.