Konflik Rusia Vs Ukraina

Berharap Dibantu Urus Pengungsi Ukraina, Walikota di Polandia: Ternyata Kita Ditinggal Sendirian

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kota Zamosc, Polandia yang kini menjadi tempat tujuan para pengungsi dari Ukraina.

Pemerintah Inggris meminta kepada warganya minimal menyediakan rumahnya selama enam bulan untuk menampung pengungsi dari Ukraina.

Kebijakan ini disusun oleh Menteri Perumahan Inggris, Michael Gove.

"Inggris berdiri di belakang Ukraina yang saat ini sedang melalui masa-masa suram," ujar Gove.

Gove menjelaskan, warga Inggris saat ini juga memahami bahwa para pengungsi butuh dibawa ke tempat yang aman secepat mungkin.

Selain meminta warga untuk menampung pengungsi, pemerintah Inggris juga mempercepat pembuatan visa kepada para pengungsi.

Ke depannya, para pengungsi dari Ukraina dapat bekerja di Inggris sekaligus memeroleh hak-hak di fasilitas publik, mulai dari kesehatan hingga sekolah.

Menurut sebuah lembaga survei, tiga dari 10 warga Inggis bersedia menampung pengungsi dari Ukraina.

Bocah 11 Tahun Mengungsi Sendirian

Sebelumnya, seorang pengungsi Ukraina berusia 11 tahun melakukan perjalanan lintas negara ke perbatasan Slovakia sendirian.

Anak laki-laki itu telah meninggalkan Zaporizhzhia dan melakukan perjalanan hampir ke seluruh penjuru negeri untuk menghindari serangan Rusia.

Ia berangkat tanpa disertai pendampingan orangtua maupun kerabat, dan hanya berbekal nomor telepon yang tertulis di tangan.

Dilansir Sky News, Senin (7/3/2022), anak laki-laki tersebut tehitung telah melakukan perjalanan sejauh 600 mil atau sekitar 965 km.

Ia diketahui hanya bepergian dengan membawa kantong plastik dan paspor, serta nomor telepon tertulis di tangannya.

Bocah yang tak dicantumkan namanya itu bepergian sendirian karena orang tuanya harus tinggal di Ukraina.

Namun ia segera diurus oleh sukarelawan ketika dia mencapai perbatasan dengan negara tetangga Slovakia.

Halaman
1234