Konflik Rusia Vs Ukraina

Pemakaman Masal hingga Warga Berkelahi demi Makanan, Ini Kondisi Kota di Ukraina yang Dikepung Rusia

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga sipil di Mariupol yang mulai putus asa nekat menjarah toko untuk memeroleh makanan. Kondisi warga di Mariupol semakin memburuk karena dikepung pasukan Rusia.

TRIBUNWOW.COM - Kondisi miris saat ini tengah terjadi di Kota Mariupol, Ukraina yang sedang dikepung oleh pasukan militer Rusia.

Dua minggu lebih telah berlalu sejak Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu.

Pemandangan menyayat hati kini ditemukan di berbagai tempat di Mariupol.

Tumpukan jenazah korban serangan Rusia di Mariupol, Ukraina dibungkus kantong plastik dan dimakamkan dalam satu lubang besar, Kamis (10/3/2022). (Capture Video Sky News)

Baca juga: Zelensky Bantah Keras Klaim Rusia soal Penemuan Senjata Pemusnah Massal di Ukraina: Saya Ayah 2 Anak

Baca juga: Nekat Invasi Ukraina, Putin Yakin Sanksi Global akan Buat Rusia Lebih Kuat, Jadi Bumerang bagi Barat

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, ratusan warga sipil yang masih bertahan di Mariupol saat ini hidup tanpa adanya suplai stabil makanan, air bersih, obat-obatan, dan sumber energi.

Beredar foto dan video warga di Mariupol mengubur anggota keluarga mereka secara massal di Mariupol.

Penggalian makam secara massal ini dilakukan karena terlalu berisiko apabila penggalian makam dilakukan secara terpisah di tengah serangan pasukan Rusia.

Pekerja palang merah bernama Sasha Volkov bercerita, sambungan telekomunikasi di Mariupol saat ini tengah diblokir.

"Seluruh toko dan apotek telah dijarah empat hingga lima hari yang lalu. Beberapa warga masih memiliki makanan namun saya tidak yakin sampai kapan itu akan bertahan," jelas Volkov.

"Banyak orang melapor tidak memiliki makanan untuk anak mereka. Orang-orang mulai menyerang satu sama lain demi mendapatkan makanan."

Volkov menjelaskan, banyak warga yang mulai sakit karena cuaca dingin dan sanitasi yang semakin memburuk.

Anggota Parlemen Ukraina, Dmytro Gurin menjelaskan, orangtuanya yang sudah lanjut usia terpaksa harus melelehkan salju untuk memeroleh air minum.

"Ini bukan lagi perang. Ini bukan lagi tentara melawan tentara. Ini adalah Rusia melawan kemanusiaan," ujar Gurin.

Wakil Walikota Mariupol, Sergei Orlov menuding pasukan Rusia secara sengaja mengincar bank darah hingga fasilitas kesehatan lainnya.

RS Bersalin Mariupol Dihancurkan Rusia

Sebuah serangan udara Rusia telah menghancurkan sebuah rumah sakit anak-anak dengan bangsal bersalin di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, Rabu (9/3/2022)

Halaman
123