TRIBUNWOW.COM - Mulai Selasa (1/3/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengeluarkan sebuah kebijakan untuk meniadakan kewajiban visa bagi warga negara lain yang sukarela ingin ikut berperang melawan Rusia di Ukraina.
Zelensky sebelumnya telah mengumumkan mengajak warga negara lain untuk bergabung bersama Ukraina melawan Rusia.
Sementara itu, ratusan warga negara Inggris telah ramai mendaftar di Kedutaan Besar Ukraina untuk Inggris terkait lowongan sukarela menjadi milisi melawan Rusia.
Baca juga: Kedutaan Ukraina Sempat Ajak Warga Israel Datang Ikut Perang Lawan Rusia
Baca juga: Media Rusia Beritakan Ukraina Pakai Narapidana Pembunuh untuk Pasukan Tambahan
Dikutip dari Sky News, para pendaftar memiliki alasan yang berbeda-beda.
Seorang pemilik pusat kebugaran di Inggris bernama Leon Dawson (37) yakin partisipasinya di Ukraina dapat membawa perubahan.
"Kami pria muda, kuat dan bugar dan kami dapat membantu, jadi kenapa tidak?" kata Dawson saat bersama dengan rekannya Tom Konarzewski yang juga ikut sukarela berangkat ke Ukraina.
Dawson mengaku dirinya takut mati saat berperang di Ukraina namun ia tetap mantap ingin membantu.
"Kita bayangkan bagaimana perasaan perempuan dan anak-anak di sana," ujarnya.
Kemudian seorang veteran tentara Inggris berusia 60 tahun yakni Brian Grove turut serta mendaftar menjadi sukarelawan melawan Rusia di Ukraina.
Saat ditanya apakah siap untuk mempertaruhkan nyawa demi Ukraina, Grove menjawab "Seseorang harus siap melakukannya," kata dia.
Aksos Horvath warga Hungaria yang ada di Inggris mengaku siap bertaruh nyawa demi Ukraina.
"Saya tahu tempat yang akan saya datangi bukanlah untuk piknik," ujar Horvath.
"Ini adalah perang dan ada kemungkinan saya akan tewas," ucapnya.
Di sisi lain, pendiri badan bantuan kemanusiaan UK Aid for Ukraine, Harry Jackson justru miris melihat banyaknya warga negara Inggris yang dengan mudahnya bergabung menjadi sukarelawan di Ukraina.
Jakson menerima banyak pesan dari warga negara Inggris yang ingin bergabung menjadi sukarelawan di Ukraina.