TRIBUNWOW.COM - Pada hari kelima invasi, tepatnya pada Senin (28/2/2022), pemerintah Rusia dan Ukraina sepakat bertemu untuk mendiskusikan akhir dari invasi yang dilakukan oleh sang Presiden Vladimir Putin.
Lantas seperti apa kondisi di Ukraina ketika diksusi damai berlangsung di Belarus?
Dikutip dari BBC.com, saat diskusi damai terjadi, intensitas serangan Rusia di Ukraina pada hari kelima justru semakin memanas.
Baca juga: Kedutaan Ukraina Sempat Ajak Warga Israel Datang Ikut Perang Lawan Rusia
Baca juga: Lawan Pasukan Muslim Chechen Rusia, Grup Milisi di Ukraina Lumuri Peluru Pakai Lemak Babi
Serangan misil Rusia membunuh puluhan warga sipil di Kharkiv.
Sementara itu sirine serangan udara di Ibu Kota Kiev/Kyiv kembali berbunyi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan Rusia di Kharkiv sebagai kejahatan perang.
Serangan juga terjadi di Kota Chernihiv, Ukraina.
Meskipun dihujani serangan oleh Rusia, pasukan militer Ukraina mengklaim berhasil mempertahankan Kharkiv, Kiev, dan Chernihiv dari gempuran pasukan Putin.
Di sisi lain, selama lima jam perwakilan Ukraina dan Rusia telah berdiskusi membicarakan operasi militer spesial yang dilakukan oleh Presiden Vladimir Putin.
Diskusi yang digelar pada Senin (28/2/2022) bertempat di Belarus.
Media asal Rusia yakni RT.com menjelaskan, Ukraina dan Rusia telah mencapai kesepakatan dalam sejumlah hal.
Diskusi antara kedua belah pihak diketahui akan dilanjutkan di lain kesempatan.
Topik diskusi yang dibicarakan pada Senin kemarin adalah gencatan senjata di Ukraina.
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak menyebut sudah ada beberapa solusi yang disorot.
"Beberapa solusi tertentu telah digarisbawahi," jelas Podolyak.