Virus Corona

Ciri-ciri Omicron dari Gejala Ringan hingga Kritis, Waspada saat Kelelahan hingga Nyeri Tulang

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi demam. Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat, tapi waspadai juga gejala lainnya.

TRIBUNWOW.COM - Meningkatnya penyebaran Virus Corona varian Omicron harus membuat masyarakat makin waspada, serta tetap menaati protokol kesehatan.

Jika merasakan sejumlah gejala dari Omicron, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke faskes terdekat, agar bisa dilakukan penanganan dan pencegahan penyebaran yang semakin meluas.

Omicron memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.

Baca juga: Berapa Lama Pasien Omicron Isolasi Mandiri di Rumah? Simak Ketentuannya dari Kemenkes

Selain itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi juga mengimbau bagi masyarakat positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan untuk isolasi mandiri.

"Bagi pasien Isoman selama saturasi di atas 95% ke atas tidak perlu khawatir. Kalau ada gejala seperti batuk, flu, demam segera konsultasi melalui telemedisin atau puskesmas setempat,"ucap dr.Nadia di lansir laman kemkes.go.id, Jumat (4/2/2022).

Gejala Omicron

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 terdapat 5 derajat gejala COVID-19, antara lain:

1. Tanpa gejala/asimtomatis yaitu tidak ditemukan gejala klinis.

2. Gejala Ringan

Pada gejala ringan ditandai dengan pasien tanpa gejala atau tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia, frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen >95%.

Gejala umum yang muncul seperti demam, batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, napas pendek, mialgia dan nyeri tulang.

Gejala tidak spesifik lainnya seperti sakit tenggorokan, kongesti hidung, sakit kepala, diare, mual dan muntah, hilang penciuman (anosmia) atau hilang pengecapan (ageusia).

3. Gejala Sedang

Gejala sedang ditandai dengan keadaan klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat tanpa tanda pneumonia berat, dengan saturasi oksigen 93% .

4. Gejala Berat dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat, dan ditambah satu dari: frekuensi napas > 30 x/menit, distres pernapasan berat, atau saturasi oksigen <93%.

5. Kritis

Dalam keadaan kritis, pasien memiliki gejala gagal nafas, komplikasi infeksi, atau kegagalan multiorgan Dalam penanganan varian Omicron.

Rumah sakit diprioritaskan untuk pasien dengan gejala sedang, berat, kritis, dan membutuhkan oksigen.

Baca juga: Syarat Pasien OTG dan Gejala Ringan Omicron Isolasi Mandiri di Rumah, Cek Lamanya Waktu Karantina

Ciri-ciri Omicron

Beberapa ciri varian Omicron yang sudah diketahui saat ini adalah tingkat penularan tinggi, tapi tingkat keparahannya rendah.

Virus COVID-19 varian omicron memiliki karakteristik tingkat penularan yang sangat cepat jika dibandingkan dengan varian Alpha, Betha, dan Delta.

Namun, tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.

Sehingga pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman).

Imbauan Isolasi Mandiri

Bagi pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan diimbau isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

“Pasien yang masuk rumah sakit, 85% sudah sembuh, sedangkan yang kasusnya berat, kritis hingga membutuhkan oksigen sekitar 8%,” ucap dr.Nadia di lansir laman kemkes.go.id.

Bagi pasien Isoman selama saturasi di atas 95% ke atas tidak perlu khawatir.

dr.Nadia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat diimbau tetap waspada jangan sampai lengah.

Strategi Pemerintah

Strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron ini sedikit berbeda dengan menghadapi gelombang Delta.

Gelombang Delta memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur.

Sementara untuk varian Omicron, yang tinggi adalah penularannya tapi keparahannya rendah.

“Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan."

Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi yang dikutip dari laman kemkes.go.id.

Pemerintah menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641.

Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu. (Tribunnews.com/Devi Rahma)

Baca berita Omicron lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gejala dan Ciri-ciri Omicron, Kemenkes Imbau Isolasi Mandiri Bagi Pasien OTG & Gejala Ringan