Ritual di Pantai Payangan

Istri Muda dan Anak Pimpinan Kelompok Tunggal Jati Nusantara Tewas dalam Ritual Maut di Jember

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Nur Hasan, pimpinan Tunggal Jati Nusantara. Istri muda dan anak tiri Nur Hasan diketahui tewas dalam ritual maut di Pantai Payangan, Jember.

TRIBUNWOW.COM - Ida (33) dan Pinkan (13) yang merupakan ibu dan anak masuk dalam daftar 11 orang yang tewas dalam ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur. 

Kedua orang tersebut, ternyata merupakan istri muda dan anak tiri dari Nur Hasan (38), pimpinan Tunggal Jati Nusantara yang merupakan penyelenggara ritual maut itu. 

Sebagaimana tertera dalam daftar korban tewas, Ida dan Pinkan diketahui tinggal di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. 

Baca juga: Pengakuan Anak Korban Tewas di Pantai Payangan, Ritual Seolah Panggil Ombak: Semua Berpakaian Hitam

Baca juga: Sosok Nur Hasan, Pemimpin Kelompok Tunggal Jati Nusantara yang Gelar Ritual di Pantai Payangan

Meski berstatus sebagai istri dan anak Hasan, mereka tidak tinggal bersama. 

Hasan tinggal bersama istri pertama dan ibunya di Dusun Botosari, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi. 

Rumah itu lah yang diduga menjadi tempat ritual rutin kelompok Tunggal Jati Nusantara dilakukan. 

"Pak Hasan sama istrinya ketemu ketika kerja di Malaysia," kata Budi Harto, Sekretaris Desa Dukuh Mencek, dikutip dari Tribun Jatim.

Baca juga: Pengakuan Anak Korban Ritual Maut di Jember, Ceritakan Aktivitas Pengajian Tunggal Jati Nusantara

Ida dan Pinkan diketahui merupakan anggota kelompok Tunggal Jati Nusantara. 

Mereka kerap terlihat hadir dalam pengajian di rumah Hasan. 

Anak Ida dan Hasan yang berusia 2 tahun juga kerap diajak jika kumpul-kumpul kelompok. 

Bahkan, ketika ritual maut itu terjadi, anak berusia 2 tahun itu ikut serta. 

Namun, dia berada cukup jauh dari bibir pantai dan selamat dari tragedi tersebut.

Mulai dari
Halaman