TRIBUNWOW.COM - Kematian korban ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, masih menyisakan kesedihan bagi keluarga.
Dilansir TribunWow.com, kesedihan itu juga dirasakan pasangan suami istri asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ajung, Jember, Painah dan Maid.
Pasalnya mereka harus kehilangan anak dan menantunya, Syaiful Bahri dan Sri Wahyuni Komariah, dalam insiden itu,
Setelah mendapat kabar tewasnya anak dan menantunya, Painah langsung teringat percakapan terakhirnya dengan korban.
Satu hari sebelumnya, korban Wahyuni disebutnya membersihkan rumah.
"Kemarin ia kan bersih-bersih rumah, saya tanya mengapa bersih-bersih rumah. Ia menjawab kalau akan ada banyak tamu ke rumahnya," kata Painah, dikutip dari Surya.co.id, Senin (14/2/2022).
"Katanya, teman-temannya mau mengaji di rumah."
Baca juga: Sosok Bripda Febriyan, Oknum Polisi Korban Tewas Ritual Maut di Pantai Payangan, Ini Pengakuan Istri
Baca juga: Fakta Baru Ritual Maut di Pantai Payangan, Motif Ilmu Hitam hingga Pengakuan Juru Kunci Terungkap
Selain itu, Wahyuni juga bercerita bahwa ia sempat bermimpi.
Dalam mimpinya, Wahyuni melihat sejumlah orang membawa keranda di samping rumahnya.
"Mungkin itu jadi firasat menantu saya. Ternyata kejadiannya begini," jelasnya.
Painah dan suami mengaku tak pernah mengetahui anak dan menantunya terlibat padepokan Tunggal Jati Nusantara.
Sebab, keduanya tak pernah menceritakan soal kegiatan kelompok tersebut.
Di sisi lain, anak Syaiful dan Wahyuni, Amel menyebut ibunya sebenarnya sudah tak mau ikut ritual.
"Ibu saya sedang tidak enak badan, tetapi diajak terus sama ayah, akhirnya ikut," jelas Amel.
Dalam keluarganya, hanya anak-anak korban yang mengetahui kegiatan kelompok tersebut.
Baca juga: Kronologi Juru Kunci Selamatkan 3 Orang saat Ritual di Pantai Payangan, Kaget Dengar Kegaduhan
Sebab, sang anak kerap diajak menghadiri pertemuan hingga menjalani ritual.
"Ada pengajiannya gitu, mengajari tentang istiqamah, juga ada ritual itu. Tujuannya saya tidak tahu."
"Bacaannya ada syahadat, Al-Fatihah, surat-surat pendek, dan Bahasa Jawa. Saya tidak tahu bacaan Bahasa Jawanya," tandasnya.