2. Ada yang Cari Ilmu Hitam
Tak tahu akan berakhir maut, para anggota ternyata memiliki tujuan masing-masing hingga rela melakukan ritual pada dini hari.
Kapolres Jember, AKBP Hary Purnomo mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi.
Menurut Hary, ada beberapa motif yang dicari orang yang melakukan ritual tersebut.
"Mereka bergabung dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin menyelesaikan masalah keluarganya, motif ekonomi, kesulitan mendapatkan pekerjaan, atau kesulitan berusaha, ilmu hitam, dan guna-guna," jelas Hary, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (13/2/2022).
Beberapa tujuan itu, kata guru spiritual, bisa dicapai melalui kegiatan zikir dan ritual di pantai.
3. Menyucikan Diri di Air
Hary menyebut ritual mulanya dilakukan di pinggir pantai tanpa masuk ke dalam air.
Ritual diawali dengan membaca doa, menabur bunga, dan secara bergandengan tangan masuk ke dalam air guna menyucikan diri.
"Awalnya ritual memang dilakukan di pinggir pantai, tak sampai masuk ke dalam air. Kemudian di situ mereka membaca doa-doa, lalu melakukan tabur bunga ke arah laut dengan cara bergandengan tangan, satu dengan yang lain, dua barisan merapat sampai masuk ke dalam air," katanya.
"Ada kegiatan ritual yang digunakan untuk menyucikan diri dengan cara mandi di air laut tersebut."
Hary melanjutkan, saat kejadian para peserta ritual tak melihat ombak datang.
Alhasil, mereka pun tergulung ombak hingga 11 di antaranya tewas.
"Cerita mereka saat kejadian, mereka tak melihat, tiba-tiba ombak datang menerjang, dan tergulung ombak," jelasnya.
"Memang di kawasan tersebut terdapat cerukan. Ketika seseorang berdiri di bibir pantai, kita tidak bisa melihat ombak yang datang dari depan. Karena di situ ada tebing yang menghalangi pandangan."
Baca juga: Mengungkap Motif Warga Tengah Malam Ikuti Ritual Maut di Pantai Payangan, Ada yang Minta Ilmu Hitam
Baca juga: Kesaksian Penjaga Pantai Payangan saat Ritual Maut Terjadi, Peserta Nekat meski Ombak Besar
4. Kesaksian Juru Kunci
Saladin, juru kunci makam Bukti Samboja sekaligus penjaga Pantai Payangan di Jember, Jawa Timur, menceritakan detik-detik ritual maut yang terjadi pada Minggu (13/2/2022).
Ia dianggap sebagai penjaga Pantai Payangan karena setiap ada orang yang melakukan ritual atau meditasi di sana selalu meminta izin padanya.
Menurut Saladin, rombongan dari padepokan Tunggal Jati Nusantara juga telah meminta izin padanya sebelum ritual maut terjadi.
Saat itu, Saladin juga telah mengimbau mereka untuk tak mendekati pantai.
Saladin pun mengingatkan agar mereka tidak mendekati laut.
"Mereka sudah beberapa kali memang. Tadi malam izin juga, saya pesan supaya tidak turun ke dekat laut, karena ombak sedang tinggi," ujar Saladin, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (13/2/2022).
Saladin pun tertidur.
Sedangkan kelompok itu tiba di lokasi pada Sabtu (12/2/2022) pukul 23.00 WIB.
Mereka memulai ritual pada pukul 00.00 WIB.
Saladin yang tertidur pun kaget mendengar keributan di pantai.
Ia langsung membawa pelampung dan berlari ke arah kelompok yang melakukan ritual.
Tanpa ragu Saladin melompat ke laut dan menyelamatkan lima orang.
Baca juga: Polisi Turut Jadi Korban Tewas Ritual Maut di Pantai Payangan, Bermula dari Gandengan Tangan Bersama
5. Kerap Lakukan Ritual
Kelompok Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara ternyata kerap melakukan ritual di Pantai Payanngan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur.
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot R dalam kanal YouTube metrotvnews, Minggu (13/2/2022).
Di antara 12 orang selamat, 3 di antaranya bahkan kini dalam kondisi kritis.
"Korban tewas ada 11 orang, 12 orang selamat tapi 3 di antaranya kritis," ucap Gatot.
"Yang tiga masih dirawat di rumah sakit wilayah Jember, sedangkan yang lain sudah dikembalikan ke keluarga."
Gatot menambahkan, dalam kegiatan ritual maut itu tak ada anak-anak yang menjadi peserta.
Ritual yang disebut bertujuan menenangkan diri itu dilakukan di pinggir pantai saat ombak besar.
"Kondisinya karena kena air ya perawatan khusus," jelasnya.
"Tidak ada anak-anak yang ikut, jadi semua kelompok padepokan yang sedang melakukan ritual dengan cara semedi di pantai."
Sebelum terseret ombak, para peserta ritual sudah diimbau warga untuk tak mendekat ke area pantai. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com dengan judul FAKTA Ritual Maut di Pantai Payangan: Anggota Polisi Jadi Korban hingga Kesaksian Korban Selamat, Berawal dari Pengajian, Warga Lalu Diminta Ikut Ritual Tengah Malam di Pantai Payangan Jember