TRIBUNWOW.COM - Sofiana Nazila (22) menjadi satu di antara 11 korban ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, Minggu (13/2/2021).
Ternyata, ada alasan mulia di balik ikutnya Sofiana Nazila ke dalam pengajian Tunggal Jati Nusantara yang melakukan ritual berujung maut itu.
Hal tersebut diungkap oleh sang ibu yang bernama Dewi Soleha (48).
Baca juga: Tangis Diana Ungkap Pesan Bripda Febriyan sebelum Tewas dalam Ritual Maut: Bilang Cuma Mau ke Pantai
Baca juga: Sosok Pemimpin Kelompok Ritual Maut di Pantai Payangan, Bukan Ustaz atau Kiai, Justru MC Dangdut
Kepada ibunya, gadis asal Jl Bungur Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember itu mengaku ingin merubah hidupnya agar menjadi lebih baik.
"Katanya mau mencari ketenangan hati, mau berubah," ujar Dewi Soleha, Senin (14/2/2022), dikutip dari Surya.co.id.
Bahkan, perubahan Sofiana juga dirasakan oleh ibunya setelah dia selama satu tahun mengikuti pengajian itu.
Dewi, menyebut bahwa hingga kini Sofiana tercatat sudah selama empat tahun bergabung dalam pengajian Tunggal Jati Nusantara.
Sebelum itu, di masa remajanya, Sofiana bisa terbilang anak yang nakal.
Dewi, mengatakan anaknya bersifat keras dan tak jarang mengonsumsi minum-minuman keras seperti arak.
"Terus orangnya juga keras, tidak nurut sama saya. Dari situ, dia ingin berubah, terus diajak temannya untuk ikut kelompok itu supaya bisa berubah," kata Dewi.
Perbedaan setelah mengikuti pengajian itu, sangat terasa setelah Sofiana lebih dari satu tahun di sana.
Baca juga: Fakta Kelompok Tunggal Jati Nusantara, Penggelar Ritual yang Berujung Tewasnya 11 Orang di Jember
Sofiana, kini menjadi anak yang penurut dan sudah bisa meninggalkan masa lalunya itu.
"Memang tidak langsung berubah, setahun pertama belum. Namun setelahnya berubah, nurut sama saya. Terus dia bilang mendapat ketenangan hati," lanjutnya.
Sang ibu, pun tak melihat ada yang aneh dari pengajian itu selain hal baik yang tercermin dari perubahan sikap anaknya.
"Tidak ada yang aneh, baca selawatan. Ya tetap salat seperti biasa," pungkasnya.
Sebelumnya, sebagai mana diketahui ritual yang melibatkan 24 orang di Pantai Payangan, Jember berakhir tragis.
Dari 24 orang, 20 orang di antaranya terseret arus saat sedang melaksanakan ritual saat tengah malam.
Atas kejadian itu, 11 orang tewas terseret arus.