Ritual di Pantai Payangan Jember

11 Orang Tewas, Padepokan di Jember Sudah Kerap Lakukan Ritual di Pantai Payangan, Ini Kata Polisi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kantong jenazah berisi mayat peserta ritual di Pantai Payangan, Minggu (13/2/2022). Ritual tersebut ternyata kerap dilakukan peserta padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara, Jember.

TRIBUNWOW.COM - Kelompok Padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara ternyata kerap melakukan ritual di Pantai Payanngan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot R dalam kanal YouTube metrotvnews, Minggu (13/2/2022).

Sebagai informasi, kegiatan ritual maut di Pantai Payangan menewaskan 11 orang pada Sabtu (12/2/2022).

Di antara 12 orang selamat, 3 di antaranya bahkan kini dalam kondisi kritis.

"Korban tewas ada 11 orang, 12 orang selamat tapi 3 di antaranya kritis," ucap Gatot.

"Yang tiga masih dirawat di rumah sakit wilayah Jember, sedangkan yang lain sudah dikembalikan ke keluarga."

Korban meninggal dunia ke-11 saat gelar ritual di Pantai Payangan Jember ditemukan, Minggu (13/2/2022) . (TribunJatim.com/Sri Wahyunik)

Baca juga: Update Ritual Maut di Pantai Payangan: Ternyata Tewaskan 11 Orang, Begini Pengakuan Korban Selamat

Baca juga: Detik-detik Tragedi Puluhan Warga Jember Terseret Ombak saat Ritual Menenangkan Diri, 10 Orang Tewas

Gatot menambahkan, dalam kegiatan ritual maut itu tak ada anak-anak yang menjadi peserta.

Ritual yang disebut bertujuan menenangkan diri itu dilakukan di pinggir pantai saat ombak besar.

"Kondisinya karena kena air ya perawatan khusus," jelasnya.

"Tidak ada anak-anak yang ikut, jadi semua kelompok padepokan yang sedang melakukan ritual dengan cara semedi di pantai."

Sebelum terseret ombak, para peserta ritual sudah diimbau warga untuk tak mendekat ke area pantai.

Pasalnya saat kejadian ombak tengah besar.

"Sebelumnya sudah diingatkan tapi kelompok tersebut masih melakukan upaya semedi sehingga akhirnya terseret ombak," tuturnya.

Menurut Gatot, kelompok padepokan asal Jember itu sudah kerap melakukan ritual di Pantai Payangan.

Biasanya, mereka melakukan ritual dengan bersila di pinggir pantai pada dini hari.

"Info yang kami dapatkan kelompok tersebut memang sering melakukan ritual," ucapnya.

"Ada beberapa bagian, di antaranya kegiatan keagamaan dan lain-lain."

"Ini adalah satu bagian dari ritual bersemedi di Pantai Selatan."

"Jadi seperti bersila kemudian duduk di pinggir pantainya itu," tandasnya.

Baca juga: Kronologi 24 Orang Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember saat Lakukan Ritual untuk Keberuntungan

Simak videonya berikut ini:

Mulai dari
Halaman