4. Tegaskan Tolak IKN
4. Tegaskan Tolak IKN
Dalam kesempatan itu, Edy Mulyadi juga menegaskan bahwa dirinya dengan tegas menolak pembangunan IKN Nusantara.
Edy Mulyadi juga bicara panjang lebar terkait alasannya memutuskan untuk menolak pembangunan IKN.
Termasuk potensi terhadap dampak ekonomi, ekologi, sosial, dan masyarakat yang buruk ketika pembangunan IKN Tetap dilaksanakan.
"Saya tetap menolak IKN karena IKN banyak kajian yang penting soal tidak tepat waktunya duit yang segitu banyaknya harusnya buat menyejahterakan rakyat, buat pembangunan ekonomi nasional, buat memompa ekonomi dalam negeri."
"Bukan untuk membangun yang coba ingat ya yang kita kemarin baru baca bank dunia menegur Bank Indonesia tidak boleh lagi beli surat utang yang ini artinya pembiayaan IKN nanti akan kembali bermasalah dan potensi mangkraknya luar biasa gedenya," ujar Edy.
"IKN ini akan memperparah ekologi di Kalimantan yang sekarang sudah rusak tambah rusak dengan konsesi tanah yang dimiliki oleh para oligarki itu mereka nanti akan dapat kompensasi dari lahan-lahan yang mereka punya."
"Udah gitu mereka akan dibebaskan dari kewajiban merehabilitasi lahan-lahan yang mereka rusak bekas galian tambang yang anak anak banyak yang tenggelam," beber Edy.
"Mohon maaf lagi, seharusnya saudara-saudara saya warga masyarakat penduduk Kalimantan jauh lebih sejahtera daripada kita di pulau Jawa, karena harusnya mereka dapat bagian tapi kita tahu dengan segala hormat di Kalimantan masih jauh dari kehidupan yang sehausnya dengan potensi sumber daya alam yang dikeruk luar biasa itu," beber Edy.
5. Kembali Sampaikan Maaf
Edy Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya sama sekali tak memusuhi masyarakat Kalimantan dan masyarakat Kalimantan juga bukan musuhnya.
Karena itu, dia kembali menyampaikan permohonan maafnya kepada masyatakat Kalimantan dan tokoh-tokoh Kalimantan melalui awak media.
"Musuh saya bukan penduduk Kalimantan, bukan suku ini, suku itu segala macam tidak. Saya sekali lagi minta maaf kepada sultan sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu atau apa sebagainya."
"Termasuk suku sukunya. Suku Paser, Suku Kutai segala macam. Termasuk suku dayak tadi, semuanya saya minta maaf," jelas dia.
"Musuh saya dan musuh kita adalah ketidakadilan. dan siapapun pelakunya yang hari hari ini dilakonkan oleh para oligarki melalui tangan-tangan pejabat pejabat publik kita," tutup dia.
6. HP Hilang Jelang Pemeriksaan
Ponsel (HP) milik Edy Mulyadi dikabarkan hilang jelang pemeriksaannya di Bareskrim Polri.
Melalui pengacaranya, Edy menyampaikan bahwa ponsel miliknya terjatuh entah di mana ketika dirinya sedang dalam perjalanan.
"HP-nya mati. Kebetulan kemarin itu kayanya HPnya jatuh dimana itu. HPnya ilang itu, gara-gara dia naik motor, kemana, jatuh iya. Kelupaan dia, orang posisi panik," kata Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir kepada wartawan, Senin (31/1/2022), dikutip dari Tribunnews.com.
Hal itu dikatakan murni sebagai keteledorannya dan bukan pencurian atau apapun.
Menurut dia, hal itu ada kemungkinannya berkaitan dengan tekanan yang dialami Edy Mulyadi.
Pasalnya, Edy Mulyadi mengaku kerap diteror setelah pernyataannya menjadi ramai dan membuat heboh masyarakat.
"Iya, jadi dia teledor, (ponselnya) sudah mati. Ini dahsyat banget salahnya, bukan kaya peristiwa-peristiwa biasa. Menghadapin emosional masyarakat yang ribuan gini kan enggak gampang," pungkas Herman. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Tribunnews.com yang berjudul 6 Fakta Terbaru Pengakuan Edy Mulyadi, HP Hilang hingga Merasa Dibidik, FAKTA Edy Mulyadi Penuhi Panggilan Polisi, Merasa Bakal Ditahan hingga Tegaskan Tolak IKN, dan BREAKING NEWS: Jadi Tersangka, Edy Mulyadi Langsung Ditahan di Rutan Bareskrim Polri