TRIBUNWOW.COM - Singapura bersiap untuk gelombang baru kasus Covid-19 varian Omicron.
Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, varian Omicron menyebabkan setidaknya 70 persen kasus harian meningkat, Jumat (21/1/2022).
Ketua Bersama Gugus Tugas Multi-Kementerian Gan Kim Yong mengatakan jumlah itu akan terus meningkat.
Baca juga: Daftar Gejala Terpapar Omicron, dari Kelelahan hingga Kedinginan, Segera Cek saat Merasakannya
"Proporsinya cenderung lebih tinggi, mungkin sampai 90 persen atau lebih," ujar Gan Kim Yong.
"Omicron jelas mendominasi dibanding varian Delta di Singapura. Mengingat varian Omicron lebih munlar kemungkinan kita melihat gelombang baru," tambahnya.
Kementerian Kesehatan menambahkan ada perkiraan peningkatan kasus secara tajam.
"Kasus bisa berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari dan bisa mencapai 10 ribu hingga 15 ribu kasus bahkan lebih," tambahnya.
Sebagian besar kasus Omicron tergolong ringan terutama yang menjangkit orang-orang dengan vaksinasi lebgkap.
Bahkan akan lebih ringan lagi bagi yang mendapatkan vaksin booster.
“Persentase mereka yang membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan intensif atau meninggal jauh lebih rendah daripada saat gelombang Delta," tambah Gan Kim Yong.
Mengingat tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah, Singapura harus memusatkan perhatiannya pada jumlah pasien di unit perawatan intensif daripada jumlah kasus, kata Depkes.
Baca juga: Aturan Lengkap Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Varian Omicron, dari Tempat hingga Kriteria Sembuh