Virus Corona

Gejala Virus Corona Omicron yang Paling Banyak Dialami Pasien di Indonesia, Batuk Pilek Mendominasi

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ditjen P2P Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, gejala paling banyak adalah batuk dan pilek.

- Tidak ada penurunan signifikan tingkat saturasi oksigen;

- Tidak mengalami kehilangan rasa atau bau;

- Tenggorokan gatal;

- Sebagian besar pasien pulih tanpa rawat inap.

Selain seperti flu biasa, terbaru, saat ini beberapa orang yang terinfeksi Omicron mengalami gejala lainnya yakni mual dan muntah.

Seperti yang disampaikan Profesor Epidemiologi Genetik di King's College London dan salah satu pendiri ZOE, Tim Spector.

Spector menuturkan bahwa gejala ini dilaporkan oleh orang yang telah divaksinasi secara lengkap, serta beberapa yang telah menerima suntikan dosis penguat (booster).

Sebelumnya, penelitian ZOE mengungkapkan bahwa hilangnya nafsu makan menjadi salah satu gejala infeksi Omicron.

Antisipasi Lonjakan

Meski begitu, pemerintah telah melakukan antisipasi kemungkinan situasi terburuk jika terjadi lonjakan kasus seperti halnya saat serangan varian Delta pada pertengahan 2021 lalu.

Salah satu hal yang disiapkan yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengalaman saat menangani lonjakan kasus akibat varian Delta, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan oksigen medis.

Menkes menuturkan, dalam situasi normal kebutuhan oksigen Indonesia mencapai 700 ton per hari dan saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebelumnya naik menjadi 2.200 ton per hari.

Hal itu pun telah diantisipasi pemerintah jika terjadi lonjakan kasus.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan obat-obatan untuk pasien Covid-19.

Halaman
123