TRIBUNWOW.COM - Sembako yang dibungkus dengan tas bergambar wajah Ketua DPR RI yang berasal dari PDIP Puan Maharani, beredar luas di masyarakat.
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai hal ini merupakan bagian dari upaya PDIP untuk mendongkrak elektabilitas Puan Maharani.
Hal itu juga menguatkan spekulasi bahwa PDIP akan mencalonkan Puan di Pilpres 2024.
Baca juga: Akui Tak Mudah, Gerindra Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Berencana Lanjutkan Pembangunan Era Jokowi
Baca juga: Elektabilitas Ganjar Meroket, Wasekjen PDIP: Capres 2024 di Tangan Ibu Ketua Umum, Bukan Survei
"Upaya melibatkan Fraksi PDIP melalui pembagian sembako dan pemasangan spanduk atau billboard, jelas dimaksudkan untuk mendongkrak elektabilitas Puan yang hingga kini masih rendah," kata Jamiluddin kepada wartawan, Jumat (24/12/2021).
Seperti diketahui, anggota DPR RI Fraksi PDIP diwajibkan untuk membagikan sembako bergambar Puan, untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Diperkirakan, puluhan ribu sembako bernilai ratusan juta sudah tersalurkan dari anggota Fraksi PDIP.
Jamiludin menyebut bahwa anggota Fraksi PDIP akan terus mendapat penugasan seperti itu hingga mendekati Pilpres 2024.
128 anggota DPR RI itu, akan terlibat dalam upaya mencalonkan dan memenangkan Puan Maharani di Pilpres 2024.
"Pelibatan anggota fraksi untuk meningkatkan elektabilitas Puan tampaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan."
Dirinya pun menyinggung pemasangan baliho raksasa 'Kepak Sayap Kebhinekaan' dan 'Jaga Imun, Jaga Iman' bergambar Puan yang sempat tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
Baca juga: Bisa Buat PDIP Solid, Puan Maharani Dinilai Cocok Jadi Wakil Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024
Menurut dia hal itu tidak secara signifikan berhasil untuk mendongkrak elektabilitas Puan.
"Kasus pemasangan baliho dan billboard di semua penjuru negeri terbukti tidak mengerek elektabilitas Puan," ujarnya.
Kurang Pas
Hal itu juga dinilai akan sama dengan program pembagian sembako tersebut.
Jika diniatkan untuk mendongkrak elektabilitas, menurut dia cara yang dilakukannya kurang pas.
"Pendekatan seperti itu kurang pas bagi masyarakat kebanyakan di Indonesia,"katanya.
Pasanya, hal itu tidak dilakukan sebagai wujud nyata bertemu langsung dengan penduduk.
Menurut Jamaludin, kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa bantuan akan sangat berarti jika didatangi langsung oleh Puan.
"Masyarakat Indonesia, terutama kelas bawah, akan merasa tersanjung bila dapat bertemu langsung dengan orang memberikan sesuatu," ucapnya.
Karena itu, dia menilai pembagian sembako bernilai ratusan juta itu tidak akan banyak berdampak bagi elektabilitas Puan.
"Jadi, upaya menebar sembako bergambar Puan melalui anggota Fraksi PDIP dikhawatirkan akan seperti menyiram air di gurun pasir. Airnya habis, tapi tidak membekas," ulasnya.
Aksi Nyat
Sebelumnya, anggota DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno membenarkan adanya program wajib untuk pembagian sembako bagi kader PDIP yang ada di DPR RI.
Dia menilai hal itu merupakan aksi nyata yang sering disuarakan PDIP.
"Fraksi PDIP DPR RI melakukan inisiatif konkret sebagai rangkaian ekspresi solidaritas kepada struktur partai dan masyarakat."
"Ini bagian dari program gotong royong berskala besar (PGRBB) yang berkali-kali kami suarakan."
"Kali ini program tersebut berupa pembagian beras/sembako," kata Hendrawan kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).
Ini merupakan bagian dari program program gotong royong berskala besar (PGRBB) yang sudah dijalankan sejak lama.
Namun, kali ini dilakukan di masa reses dengan seragam agar terlihat terkoordinasi dan lebih berdampak besar.
"Dibuat seragam dengan foto Mbak PM (Puan Maharani) sebagai Ketua DPR/Pembina Fraksi, dan foto anggota yang bersangkutan," jelasnya.
Dengan begitu, diharapkan efektivitas bantuan menjadi lebih baik dan jangkauan yang lebih merata.
"Intinya ini bentuk solidaritas fraksi kepada jajaran struktur partai dan masyarakat di akar rumput," terangnya.
Berikut isi edaran kewajiban anggota Fraksi PDIP DPR itu:
Seluruh anggota DPR RI F-PDIP (128 orang) wajib membagikan sembako di Dapil-nya masing-masing dengan tas bergambar Puan Maharani.
Tas bingkisan bergambar Puan dibagikan oleh Puan kepada masing-masing anggota.
Sembako tersebut harus disampaikan langsung oleh masing-masing anggota DPR dan disebut sebagai Sumbangan Puan Maharani.
Bagi anggota biasa wajib membagikan 2.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium, atau total senilai Rp100 juta.
Untuk Kapoksi, wajib membagikan 8.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium, atau total senilai Rp400 juta.
Baca juga: Mayoritas Pemilih PDIP Pilih Ganjar, Wasekjen: Ketua Umum Sudah Keluarkan Surat untuk Tidak Komentar
Sementara, pimpinan komisi wajib membagikan 10.000 bingkisan, masing-masing berisi 5 kg beras premium, atau total senilai Rp500 juta.
Pembagian dilakukan 25 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Wartakota yang berjudul Tebar Sembako Bergambar Puan Dinilai Seperti Menyiram di Gurun Pasir, Airnya Habis tapi Tak Membekas dan Politisi PDIP Bilang Kewajiban Pasang Foto Puan Maharani di Paket Sembako Sebagai Wujud Apresiasi